Detak-Palembang.com MEDAN – Laskar Wong Kito harus mengakui keperkasaan PSMS Medan di kandang karena tersungkur di pekan kesembilan Liga 1 Indonesia skor 1-0 di Stadion Teladan Medan Jumat,(18/5) malam.

Satu gol Ayam Kinantan di cetak oleh Dilshod Sharofetdinov menit ke-85. Atas hasil SFC gagal membawa pulang satu poin pun. Padahal sebelumnya laga di prediksikan imbang.

“Saya puas dengan kinerja pemain. Mereka tidak lelah meskipun puasa. Saya akui memang PSMS Medan sangat sulit ditaklukkan kalau main dikandang,”kata Pelatih SFC Rahmad Darmawan memberikan keterangan press usai pertandingan.

RD menyebutkan kemenangan PSMS Medan hanya tercipta satu kali tendang saja. Baginya Dilshod Sharofetdinov beruntung bisa memanfaatkan bola dari tengah lapangan.

“Dia bisa memanfaatkan momen saja. Karena kondisinya berbeda apabila dia tidak menebak bola itu. Intinya pemain lawan bisa memanfaatkan momen,”pungkasnya.

Terpisah Pelatih PSMS Medan, Djadjang Nurdjaman mengaku sangat senang bisa mendapatkan tiga poin. Dia pun khawatir karena anak asuhnya kerepot dan baru bisa memecah kebuntuan di menit akhir.

“SFC semua pemain top skill. Tapi kita berhasil memenangkan pertandingan di kandang. Saya optimis tim besar lainnya bisa kita taklukkan,”ujarnya.

Janur nama beken Djadjang Nurdjaman berterimakasih kepada suporter yang telah memberikan desakan kepada tim tamu. Dia meminta pemain dan suporter tetap menjaga keangkeran Stadion Teladan Medan. “Kita harus bisa mendapatkan tiga poin di kandang setiap laga,”pungkasnya.

Jalannya pertandingan jual beli serangan terjadi pada duel berlebel Derby Andalas ini. Pada menit pertama PSMS Medan mencoba mendesak Laskar Wong Kito. Lantaran tampil didepan publik sendiri Ayam Kinantan terus mencoba mematok pertahanan Sriwijaya FC.

Namun aksi tersebut selalu di patahkan Hamka Hamza dan kolega di barisan belakang. Selaku tim pendatang SFC tidak hanya bermain bertahan. Alberto Gonzalves nyaris merobek jala Dhika Bayangkara pada menit ke-6.

Seperti berbalik arah giliran Laskar Wong Kito mendesak tim tuan rumah. Namun sayang tidak aksi membahayakan di lini belakang. Sebelum masuk ke area kotak penalty si kulit bundar selalu berhasil di kuasai kembali PSMS Medan.

Pada menit ke 30 PSMS melancarkan serangan dari sisi kanan Teja Paku Alam. Satu peluang Frets Butuan lolos, namun bola kabur ke sisi kiri Teja. Sedangkan wasit yang memimpin pertandingan Rully Ruslin Tambuntina asal Jawa Timur tampak tegas memimpin pertandingan.

Pada menit ke 40 tempo pertandingan sedikit menurun dari kedua tim. Apa karena laga sendiri merupakan pertandingan perdana di bulan puasa. Hal itu sedikit terlihat dari turunnya performa kedua tim.

Pada babak kedua menit ke-85 gol tuan rumah tercipta dari kaki Dilshod Sharofetdinov. Sebelumnya kedua tim bermain dengan ritme yang sama di babak pertama. Lalu Pelatih Rahmad Darmawan menarik Esteban memplot Patrich Wanggai. Alhasil skor tetap tak bergeser 1-0 untuk kemenangan tuan rumah.