Detak-Palembang.com PALEMBANG – 312.742 hektar sawah panen di kabupaten/kota se-Sumatera Selatan (se-Sumsel). Panen raya di Sumsel tersebut berlangsung mulai bulan Januari hingga bulan Maret 2018.

Erwin Noor Wibowo, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumsel mengatakan, puncak paling besar panen terjadi pada bulan Februari, karena pada sepanjang bulan tersebut di prediksi sekitar 172.504 ribu hektar sawah yang akan mengalami panen.

“Angka ini menjadi yang paling besar di bandingkan bulan Januari 2018 yang hanya 65.048 ribu hektar sawah yang panen dan di bulan maret yang di prediksi hanya 74.190 ribu hektar sawah,” jelas Erwin di Kantor Bulog Divre Sumsel Babel, Rabu (07/02).

Lanjut Erwin, dalam sehari ada 250 hektar sawah yang panen. Seluruh kabupaten/kota di Sumsel, kabupaten Banyuasin menjadi daerah paling luas, sebesar 139.830 hektar sawah akan panen sedangkan untuk daerah yang paling sedikit kota Prabumulih karena hanya memanen 96 hektar sawah sepanjang Januari sampai dengan Maret.

“Tiga kabupaten penyumbang beras terbesar adalah Kabupaten Banyuasin, Kabupaten OKI dan Kabupaten OKU Timur. Panen di Sumsel merupakan panen pertama di Indonesia, provinsi lain belum masuk masa panen,” katanya.

Ditambahkannya, sejak tahun 2017 Sumsel merupakan provinsi penyuplai utama beras untuk pulau Jawa. Karena panen lebih cepat maka Sumsel bisa menyuplai beras ke Jakarta, Jambi, Lampung dan Jawa sebab daerah mereka belum panen.

“Kita berharap dengan panen raya ini, Sumsel akan surplus melebihi tahun 2017 lalu sebesar 2,3 juta ton. Tah7n ini masih 1 samapai 2 kali lagi panen dengan perkiraan surplus 2,5 juta tapi bila sudah lebih dari 2,3 juta ton itu saja sudah baik,” tutupnya.