Detak-Palembang.com PALEMBANG – Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang mengakui Kota Yerusalem sebagai ibukota Israel dan akan memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem mendapat kecaman dari dunia khususnya negara-negara Arab.

Seperti diketahui bahwa Kota Yerusalem merupakan hal yang sangat sensitif dari konflik Israel-Arab. Kota Yerusalem merupakan kota suci dari tiga agama yakni Islam, Yahudi dan Kristen.

Bagi agama Islam Kota Yerusalem merupakan kota suci karena berdirinya Masjid Al Aqso yang merupakan kiblat pertama sebelum Ka’bah di Kota Makkah.

Sementara untuk agama Yahudi di Kota Yerusalem terdapat tembok ratapan sebagai tempat suci dan menjadi tujuan beribadah kaum Yahudi. Sementara bagi agama Kristen disana terdapat gereja yang diyakini umat Kristen sebagai makam Yesus.

Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Muhammad Jusuf Kalla (JK) mengemukakan pandangannya tentang tindakan Presiden AS berkenaan dengan Kota Yerusalem.

“Posisi kita berdiri dibelakang Palestina. Kita tidak setuju dengan tindakan Amerika,” tegasnya usai meninjau venue di Jakabaring Sport City, Kamis (07/11).

Ditambahkannya, tindakan yang dilakukan oleh Donald Trump telah melanggar kesepakatan yang diakui oleh dunia internasional.

“Amerika melanggar keputusan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sejak tahun 80 an. Perjanjian Israel – Palestina di Oslo tahun 1993 yang menyatakan bahwa Kota Yerusalem merupakan daerah pendudukan,” jelasnya.

Ditambahkannya, tindakan sepihak Donald Trump tidak dapat dibenarkan, masalah Kota Yerusalem harus diselesaikan oleh Israel dan Palestina.