Detak-Palembang.com PALEMBANG – Persoalan IMB Hotel Ibis ini terus berlarut-larut dan belum ada  penyelesaian bahkan salah satu tetangga bersebelahan dengan lokasi pembangunan hotel Ibis kini mengajukan gugatab pencabutan IMB.  Setelah sempat vacum. Kini DPRD Palembang akan mengkaji kembali prihal belum dicabutnya IMB Hotel Ibis.

Sekretaris Komisi III, DPRD Palembang Ali Syaban mengatakan, pihaknya sudah melakukan tugas dan fungsi mereka.  kata dia, tanggung jawab ada di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Palembang, mau atau tidak menjalankan aturan yang berlaku.

“Tugas kami sudah selesai, silahkan OPD Pemkot Palembang Menindak lanjutnya. Apakah ada penyimpangan dalam proses pencabutan IMB nya kami akan pelajari kembali,”ujar Ali.

Sementara itu.Pemerintah Kota Palembang dinilai mengangkangi Peraturan Daerah, (Perda) Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Bangunan Gedung. Menyusul belum diberikan sangsi dan pencabutan IMB pembangunan Hotel Ibis Jalan Letkol Iskandar Kelurahan 15 Ilir. Padahal faktanya ada pelanggaran teknis dilapangan terkait pelaksanaan IMB.

Pengamat Sosial sosial dari Ikatan Alumni, (IKA) Fisip Unsri.Bagindo Togar Butar-Butar mengatakan. Semestinya Pemkot Palembang harus memberikan alasan yang rasional dan tidak menabrak Perda jika tidak akan mencabut IMB Hotel Ibis yang bermasalah tapi jika alasan tidak mencabut karena adanya retribusi yang sudah dibayar tentu tidak rasional sebab retribusi yang dikeluarkan sudah jelas untuk suatu pelaksanaan pembangunan yang berdasarkan aturan yang tertera dalam IMB jika melanggar maka hal itu masuk dalam kategori pelanggaran dan harus ditindak.

“Analoginya sederhana, kalau ke warung dengan dana yang disiapkan harus beli odol merk tertentu tentu barang itu yang harus dibeli.Sementara yang dibeli barang lain atau barang yang lebih murah tentu hal itu melanggar. Sekarang sanksi apa yang sudah diberikan Pemkot terhadap pengembang yang melanggar? Kalau begini lanjutnya  tentu Pemkot sudah “mengangkangi” aturan yang dibuatnya sendiri.“ ujar Bagindo saat dihubungi,  Selasa,(28/11).