Detak-Palembang.com PALEMBANG – Setelah beralihnya kewenangan kepengurusan SMA/SMK dari Kabupaten/Kota ke Provinsi masih menyisakan permasalahan honorer Kategori 2 (K2) yang ada di SMA/SMK.

Untuk meminta kejelasan nasib honorer K2 maka Forum Honorer K2 Indonesia Sumatera Selatan (FHK2I Sumsel) yang diketuai oleh Syahrial beraudiensi kepada Gubernur Sumsel Alex Noerdin.

“Kami meminta Gubernur untuk turun tangan menyelesaikan permasalah kesejahteraan honorer K2. Saat ini jumlah tenaga honorer K2 mencapai 7.033 orang, sekitar 80 persen merupakan guru dan tenaga pendidikan,” jelasnya usai audiensi dengan gubernur, Kamis (15/03).

Lanjutnya, dengan beralihnya kewenangan maka tanggung jawab pembayaran honor (gaji) kepada honorer K2 tidak lagi di kabupaten/kota. Namun sampai saat ini ribuan honorer K2 belum mendapat gaji dari pemerintah provinsi.

“Kami sudah sembilan bulan tidak mendapat gaji. Untuk mendapat honor dari provinsi harus mendapat validasi dari Dinas Pendidikan, sementara untuk tervalidasi salah satu syaratnya mendapat SK dari Bupati/Walikota sebelumnya atau dikenal dengan Honor Daerah (Honda),” urainya.

Dia menyampaikan, sampai saat ini hanya 705 orang yang tervalidasi, meski demikian sampai saat ini juga belum menerima gaji. Untuk mereka yang telah tervalidasi gubernur sudah menjanjikan akan segera dibayar gajinya.

“Kami meminta kepada gubernur untuk mengeluarkan SK Honda kepada honorer yang belum jelas nasibnya tersebut. Padahal, honorer tersebut sudah jelas merupakan honorer K2 yang dapat dibuktikan dengan nomer kepesertaan seleksi CPNS di tahun 2013 silam dan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) dari pimpinan masing-masing dalam hal ini kepala sekolah yang menyatakan masa kerja mereka lebih dari 10 tahun atau terhitung tahun 2005. Hal tersebut juga berdasarkan acuan dari peraturan Badan Kepegawaian Negara (BKN),” ungkapnya.

Ia meminta agar gubernur memahami dan membantu menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kesejahteraan tenaga honorer.Seperti halnya yang dilakukan Pemerintah Kota Palembang, dimana ada tiga ribu lebih tenaga honor yang baru diberikan SK wWalikota atau dinyatakan sebagai Honda.