Detak-Palembang.Com PALEMBANG – Panglima Kodam II Sriwijaya, Mayjen TNI AM Putranto memberhentikan 8 prajurit TNI yang melakukan pelanggaran dalam Upacara Pemberhentian Dengan Tidak Hormat  (PDTH) di Lapangan Makodam II Sriwijaya, Kamis (08/02).

Kedelapan prajurit TNI  yang diberhentikan yakni:

  1. Serma Subagio anggota Kodim 044 Gatam
  2. Serka Kiaman Jaya anggota POMDAM II/Swj
  3. Serka Fahmi Abdurahman anggota Kodim 0402 Gatam
  4. Serda Wahyu Chandra Franata anggota Yonif 141 Gapo
  5. Kopda Ramilu Chan anggota Kodim 0405 Gapo
  6. Praka Riko Hidayat anggota Bekangdam II/Swj
  7. Praka Dirja Rahmat anggota Rindam II/Swj
  8. Praka Adam Mokodompit anggota Yonif Raider 200 Kodam II/Swj

Dalam upacara PDTH tersebut hanya di hadiri oleh tiga orang.

Mayjen TNI AM Putranto mengatakan pemberhentian kepada prajurit Kodam II/Swj yang telah melakukan pelanggaran berat. Penindakan terhadap prajurit yang melakukan pelanggaran sebagai bukti nyata dan komitmen yang tegas dalam menindak setiap bentuk pelanggaran.

“Tindakan yang diambil ini merupakan keputusan berat karena akan berdampak pada keluarga mantan prajurit. Tapi kami mengambil keputusan ini dengan 0ebuh pertimbangan. Kalau tindakan prajurit masih bisa diperbaiki maka tentunya kami akan mempertimbangkan,” ungkapnya.

Lanjutnya, semua prajurit yang dipecat karena penyalahgunaan narkoba. Dari 19 prajurit yang telah disidangkan dalam Pengadilan Militer telah memenuhi syarat dan patut diberhentikan. Ia meminta kepada seluruh prajurit untuk mengambil hikmah dan renungan dari peristiwa ini.

“Bagi prajurit maupun PNS yang masih melakukan pelanggaran segeralah berhenti dan bertobat. Jangan sampai kejadian pada hari ini menimpa kalian. Tidak ada satupun anggota TNI dan PNS yang kebal hukum,” tegasnya.

Mayjen TNI AM Putranto meminta pimpinan di jajaran Kodam II/Swj untuk melakukan pengawasan melekat. Bila ditemukan anggita melakukan pelanggaran untuk segera diproses.

“Pemecatan ini langkah terakhir bagi prajurit yang tidak bisa dibina. Untuk prajurit yang masih muda dan mempunyai masa depan jangan menggunakan narkoba. Kalau kepepet bisa rahasia negara atau senjata kalian jual demi barang haram itu,” tutupnya.