Detak-Palembang.com PALEMBANG – Gubernur Sumsel Herman Deru meminta semua warga Tionghoa dan warga Sumsel lainnya dapat terus menjaga keakraban dan kerukunan antar sesama. Hal itu diungkapkannya saat menghadiri undangan Tahun baru Imlek 2570 bersama masyarakat Tionghoa Sumsel di Ballroom Rajawali, Senin (4/2).

Di Tahun Baru China inipun ia berharap agar semua dapat kesempatan lebih baik dari tahun sebelumnya serta ia berpesan supaya keakraban dapat dipupuk antar agama lainnya. Sehingga tercipta kedamaian di Sumsel.

“Saya senang bisa menghadiri perayaan Tahun baru Imlek 2570 bersama masyarakat Tionghoa di Sumsel dan meliputi rasa bahagia dapat bersilaturahmi,” ujar Herman Deru.

Menurutnya peringatan Imlek ini memiliki multi arti dan makna baik dari aspek agama, sosial budaya maupun astronomis yang sangat berarti bagi umat Tionghoa.  Imlek juga dikatakannya  merupakan momentum yang tepat untuk melakukan instropeksi serta terus melakukan transformasi diri menuju masa depan yang lebih baik dan lebih bermakna diawal tahun yang baik ini, serta melakukan refleksi sekaligus evaluasi.

Moment ini menurutnya sayang dilewatkan karena efektif digunakan untuk membangun kebersamaan dan kehidupan beragama yang lebih harmonis, serta penuh ikatan persaudaraan satu sama lain.

Pada kesempatan itu hadir pula Ketua TP PKK Sumsel Febrita Lustia Herman Deru, Owner Classie hotel dan Grand Rajawali hotel Djoko & Hadi Lukito, Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs. Zulkarnain Adinegara, Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Denni Gapril,  dan Kapolresta Palembang Kombes Pol. Wahyu Bintono Hari Wibowo.