Detak-Palembang.com PALEMBANG – Pembangunan infrastruktur jalan sangatlah penting bagi masyarakat banyak. Dengan infrastruktur jalan yang baik maka akan mempermudah mobilitas orang dan barang dari satu tempat ke tempat lainnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Sumatera Selatan (PUBM Prov Sumsel) Ucok Hidayat menyampaikan, agar jalan tetap baik dibutuhkan pemeliharaan.

“Kalau jalan rusak, masyarakat banyak selalu menyalahkan Gubernur. Masyarakat perlu mengetahui jalan memiliki klasifikasi tidak semuanya tanggung jawab gubernur,” jelas Ucok di Griya Agung, Rabu (27/12).

Ucok melanjutkan, klasifikasinya adalah Jalan negara, itu menghubungkan antar provinsi, jalan provinsi itu menghubungkan antar kabupaten, jalan kabupaten menghubungkan antar kecamatan

“Jadi bila ada kerusakan tidak semua kritikan ditujukan kepada gubernur. Lihat dulu masuk klasifikasi mana jalan yang rusak itu,” urainya.

Dijelaskannya, dari seluruh jalan Sumsel sepanjang 1.513 kilometer, 30 persen mengalami kerusakan baik ringan maupun berat. Persebaran jalan rusak di Sumsel di antaranya di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, OKU Selatan dan Ogan Komering Ilir (OKI).

“Dengan mengetahui klasifikasi jalan, pertanggungjawaban perbaikan jalan diserahkan kepada pemerintah pusat dan daerah. Kalau jalan negara ya tanggung jawab (pemerintah) pusat. Kalau (jalan) provinsi, ya pemerintah provinsi,” tegasnya.

Ucok juga mengatakan, tahun depan pemerintah akan memperbaiki seluruh jalan rusak di Sumsel. Metode perbaikan jalan yang dilakukan tergantung tingkat kerusakan.

“Perbaikan jalan di Sumsel bisa dengan peningkatan jalan, tambal sulam dan perbaikan total. Tapi itu khusus untuk jalan provinsi tanggung jawab Pemprov,” tutupnya.