Detak-Palembang.com PALEMBANG – Ratusan Suporter menyambut kedatangan Sriwijaya FC pada Senin (11/12/18) sore di Bandara Sultan Mahmud Baddarudin II guna memberikan dukungan dan semangat terhadap tim kebanggaan mereka yang terpaksa terdegradasi musim ini ke Liga 2.

Memberikan dukungan dan semangat terhadap tim kebanggaan mereka yang terpaksa terdegradasi musim ini ke Liga 2. Mereka bernyanyi dan meneriakkan yel-yel pemberi semangat kepada Yu Hyun Koo dkk sembari memegang spanduk bertuliskan “Kami Tetap Setia”.

Beberapa suporter tampak meneteskan air mata langsung memeluk pemain. Yu Hyun Koo, Alberto Goncalves, Esteban Vizcarra, Alan Hendrique tak kuasa menahan air mata ditengah teriakan kesedihan suporter.

Striker Sriwijaya FC Alberto Goncalves mengatakan para pemain sangat memahami apa yang dirasakan para suporter ini. “Saya sedih, semua sedih. Istri, anak-anak saya sedih, saya telpon papa dan mama saya mereka juga menangis,” kata Beto.

Tapi, menurut Beto, Sriwijaya FC jangan terpuruk atas keadaan ini. Pemain Sriwijaya FC ini kembali ke Palembang sebagai wujud komitmen mereka untuk tetap memperkuat tim di Piala Indonesia 2018.

Hampir seluruh pemain kembali ke Palembang, kecuali Marckho Meraudje yang kembali ke Papua, Teja Paku Alam ke Padang, Nur Iskandar ke Yogyakarta dan Achmad Faris ke Gersik. Kemudian, dua pelatih yakni Alfredo Vera dan Estefan kembali ke Surabaya karena kontrak telah berakhir setelah laga melawan Arema FC

Beto mengatakan dirinya kembali ke Palembang tak lain karena ingin bertanding melawan Persimura di babak 64 besar Piala Indonesia di Palembang pada 14 Desember 2018.

“Ya, saya ke Palembang karena mau main di Piala Indonesia. Saya rencana pulang ke Brazil pada 15 Desember, tapi tidak apa saya masih main tanggal 14 Desember,” kata Beto, sapaan akrabnya.

Beto mengatakan ia merasa akan sangat bersalah jika membiarkan Sriwijaya FC dalam keadaan seperti ini setelah gagal bertahan di Liga 1. Baginya, sikap profesional harus terus diperjuangkan untuk tim yang sudah dibela sejak tiga tahun lalu ini.

“Sedih sudah pasti, tentu saya sedih sekali. Tapi tidak apa, kami sudah berjuang keras, meski kami gagal kami tetap berdiri tegak. Masyarakat tentu dapat menilai sendiri bahwa Sriwijaya FC tidak layak di Liga 2, bagaimana pertandingan melawan Arema kemarin,” kata dia.

Sementara itu Asisten Pelatih Hartono Ruslan mengatakan setelah dipastikan terdegradasi, tim langsung beralih fokus ke Piala Indonesia.

“Ya semua sudah terjadi, kita semua harus menerima kenyataan ini. Tapi sebagai pemain profesional harus segera bangkit, karena tugas belum selesai musim ini,” kata Hartono.

Menurut Hartono, yang tersulit adalah mengembalikan semangat pemain. Untuk itu, jajaran tim pelatih akan memulai latihan pada Selasa (11/12) sore.

“Kita coba start lagi, dengan pemain yang ada. Saya masih sangat optimis karena masih banyak pemain yang mau turun,” kata Hartono.

Sementara itu, dalam kesempatan berbeda, Direktur Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri Muddai Madang mengatakan bahwa manajemen klub sangat berkomitmen untuk mengangkat Sriwijaya FC kembali ke Liga 1.

“Kami akan berjuang keras di Liga 2, agar nanti pada 2020 Sriwijaya FC kembali ke Liga 1 lagi. Mohon doa dan dukungannya dari seluruh masyarakat Sumsel,” kata Muddai.