Detak-Palembang.com PALEMBANG – Dalam pelaksanaan kegiatan yang berskala internasional bukan hanya infrastruktur yang menjadikan kesuksesan, namun juga bagaimana penerimaan dan akomodasi kepada tamu-tamu dari 45 negara  yang akan hadir di Jakarta-Palembang.

Ahmad Najib, Asisten Pembangunan dan  Kesra Provinsi Sumatera Selatan mengatakan, untuk mensukseskan itu maka diadakan workshop staff departemen International Relations dan Protocol INASGOC agar kejadian seperti pelaksanaan SEA Games di Malaysia bendera terbalik, salah bendera tidak terjadi di Asian Games 2018 (AG 2018).

“Pemberian materi dalam workshop adalah bagaimana bendera yang benar, penyebutan nama negara yang benar. Regulasi bagaimana menempatkan pejabat VVIP, kadang ada pejabat yang memaksakan duduk ditempat yang bukan seharusnya, aturan ini bukan Government tapi ini sport regulation,” jelas Ahmad Najib disela Workshop di Hotel Batiqa, Kamis (16/11).

Workshop ini bagaimana internasional Relations dengan kedatangan official yang di akomodasi, penempatannya, dimana saja dipasang bendera, bagaimana present flag medal ceremony, lagu kebangsaan hingga mereka kembali ke negaranya.

“Jangan sampai bendera dan ceremony untuk Korea Selatan namun waktu lagu kebangsaan dinyanyikan ternyata lagu kebangsaan Korea Utara atau negara lainnya,” ia mencontohkan.

Ditambahkannya, regulasi bila atlet atau official membawa senjata bagaimana security treatment management,  jangan sampai terjadi kesalahan yang menyebabkan ketersinggungan.

“Internasional Relations dan Protocol harus benar-benar diberlakukan sehingga negara-negara yang hadir di Indonesia khususnya Palembang menjadi nyaman. Kenyamanan dari segi traffic management, security management dan sebagainya. Kesiapan Palembang dalam hal International Relation dan Protocol mulai dari kedatangan sudah harus ditunjukkan hingga meninggalkan Palembang,” tegasnya.

Disampaikannya, selama ini yang menjadi fokus masalah infrastruktur Asian Games tapi belum untuk Protocol International Relations.Nantinya Protocol International Relations akan menerima kedatangan dari 45 negara dan akan ditempatkan di Hotel mana? harus sudah diatur. Saat ini manual books saja belum dibuat, belum lagi LO berapa banyak LO yang akan direkrut serta kualifikasinya.

“Kekurangan itu bukan menunjukkan kita belum siap, Kita sudah siap namun saat ini bagaimana kita mengkoordinasikan semua sektor,” tutupnya.