Detak-Palembang.com PALEMBANG – Pelatih anyar Sriwijaya FC (SFC) Subangkit mengeluhkan minimnya jam terbang pemain pemainya di musim putaran pertama Liga 1 Indonesia.

Hal itu disebutnya bisa berdampak buruk pada putaran kedua. Sebab anak asuhnya bisa saja kehilangan sentuhan.

Diakuinya beberapa anak asuhnya tidak pernah mendapatkan jam terbang alias diturunkan bertanding selama satu musim. Hal itu yang sekarang menjadi sorotannya sekarang sebagai pelatih anyar SFC.

“Yogi Rahadian, Zalnando dan beberapa pemain lainya kan mereka tidak pernah turun di putaran pertama. Makanya sekarang saya harus mengasah kemampuan mereka,”ucap Subangkit

Menurutnya saat latihan dia selalu memberikan games games pertandingan kepada pemain seperti Yogi Rahardian, Zalnando ,Riszky Dwi Ramadhana dan ada pemain juga turun tapi durasi minim. Sebut saja Ichsan Kurniawan, Abimanyu, Bio Paulin, Yu Hyun Koo, Nur Iskandar dan beberapa pemain lain.

“Latihan saya lebih kepada fokus kembali mengasah sentuhan mereka. Karena lama tidak bermain meskipun latihan mereka bisa hilang sentuhan,” ucapnya.

Subangkit sebenarnya tidak menyoroti kinerja atau pola yang dilakulan pelatih sebelumnya. Namun pemain pemain lokal serta pilar di SFC sebelumnya (pemain musim 2017) memang nyatanya minim mendapatkan jam terbang.

Bahkan ada satu pemain SFC musim 2017 yang selalu dimaikan alias menjadi starter. Namun pemain itu memilih hengkang dari klub dia Marco Sandy Meraudje.

“Semua pemain kita seperti Ichsan Zalnando semuanya pemain timnas kok. Kita juga ada pemain Beto dan Esteban serta pemain asing Yu, Goran serta Alan. Saya optimis dengan kekuatan kita yang ada sekarang,”pungkasnya.