Detak-Palembang.com PALEMBANG – Mareta Sari (22) tak henti-hentinya menangis dihadapan petugas piket SPKT Polresta Palembang, Jumat (17/3) sekitar pukul 10.30 WIB. Sudah berapa kali petugas memintanya untuk menenangkan diri namun sepertinya derita ibu rumah tangga yang malang ini sudah terlalu berat hingga ia melampiaskannya dengan deraian air mata.

Sambil menggendong Suci Permata Sari (2) anaknya yang ikut terluka dibagian jari tangan sebelah kiri nyaris putus akibat terkena sabetan golok suaminya Erwin (25), warga Rumah Dusun Blok 14 Lantai IV RT 37 Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil ini mulai menuturkan.

Kejadian penganiayaan yang dialaminya bermula saat dirinya mengajak suaminya pulang karena sang suami sedang mabuk diluar rumah, Kamis (16/3) sekitar pukul 19.30 WIB. Bukannya menurut, Erwin justru marah-marah dan melemparinya dengan batu. Akibatnya kepala korban pun robek dan mengeluarkan darah.

Tidak sampai disitu, rambut korban lalu dijambak dan korban diseret oleh pelaku hingga anaknya Suci terlepas dari gendongan. Setibanya dirumah pelaku kembali menyiksa korban dengan cara menggigit punggung dan menonjok muka hingga luka lebam.

“Setelah itu dia ambil golok pak, dia arahkan ke saya dan mengenai bagian belakang kepala saya,” ungkap Mareta sesenggukan sambil memperlihatkan luka robek dibagian kepalanya.

Lanjut Mareta, suaminya membacok dua kali dan yang kedua itu mengenai jari tangan anaknya Suci hingga nyaris putus. Setelah itu suaminya pergi meninggalkan mereka didalam rumah.

“Semalam saya ajak anak saya ke RSMH pak, belum selesai berobat suami saya menyusul dan mengambil Suci padahal dia belum diobati pak,” jelas Mareta.

Sementara Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede melalui Ka SPK, Ipda Dennie mengatakan laporan korban sudah diterima dan akan diteruskan ke Unit Reskrim.

“Untuk melengkapi berkas, korban kita pinta untuk melakukan visum dan surat pengantarnya sudah kita berikan,” tegas Dennie.