Detak-Palembang.com PALEMBANG – Hubungan bilateral antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Belanda dalam dunia pendidikan sangatlah erat hal ini dibuktikan dengan telah banyak putra-putri Indonesia yang memperoleh beasiswa pendidikan dari negara Belanda.

Peter Van Tuijl, Direktur The Nederland Educational Support Office (Nuffic NESO) Indonesia sebagai perwakilan pemerintah Belanda mengajak masyarakat Sumsel untuk melanjutkan study ke Belanda dengan beasiswa.

“Kami ingin menjalin hubungan dengan Indonesia lebih luas diseluruh wilayah tidak hanya di Jakarta. Karena talent ada diseluruh Indonesia, maka setiap orang punya kesempatan untuk memperoleh beasiswa Studeren ini Nederland (StuNed),” ajaknya saat jumpa wartawan di Gedung Pasca Sarjana UU niversitas Sriwijaya, Senin (06/11).

Peter menyampaikan kenapa Belanda menjadi salah satu tujuan untuk menimba ilmu, karena Belanda mempunyai rangking universitas yang bagus di Dunia.

“Biaya pendidikan di Belanda masih bersaing dan lebih murah dibanding  dengan negara lainnya di Eropa dan  Amerika. Belanda merupakan negara yang relative stabil dan aman,” terangnya.

Koordinator Beasiswa NESO, Indy Hardono pada kesempatan yang sama menuampaikan, minat pelajar Indonesia belajar ke Belanda sangat tinggi baik itu melalui jalur beasiswa atau mandiri.

“Pemberian beasiswa ini didasarkan pada hubungan kerjasama antara pemerintah Indonesia dan Belanda. Skemanya adalah partnership,” jelasnya.

Lanjutnya, pihaknya hanya memberikan bantuan pendanaan untuk melanjutkan pendidikan. Calon penerima beasiswa harus sudah diterima di salah satu perguruan tinggi di Belanda.

“Setelah diterima maka calon penerima beasiswa mengajukan kepada kami untuk memperoleh beasiswa,” katanya.

Ditambahkannya, setelah diproses pihaknya akan menentukan siapa saja yang berhak mendapatkan beasiswa.

“Semua biaya pendidikan dan selama tinggal di Belanda akan kami tanggung. Kalau sudah jadi alumni akan diberi waktu tiga tahun tinggal di Belanda untuk mencari kerja disana,” ungkapnya.

Disampaikan Indy bahwa satu orang mahasiswa mendapat beasiswa tergantung dengan bidang study yang diambil.

“Beasiswa StuNed besaran tergantung bidang study tetapi rata-rata 30.000 – 35.000 Euro,” tutupnya.

Sementara itu Wakil Rektor IV Universitas Sriwijaya (Unsri) Muslim mengatakan, bahwa kerjasama dengan NESO sudah terjalin sejak tahun 2006 hingga 2015.

“Kita kerjasama dengan NESO sejak tahun 2006 dalam program double degree lowland. Kerjasama itu untuk lahan basah yang karakteristiknya hampir sama dengan belanda,” ujarnya.

Belanda mempunyai drainase dan pengairan terbaik di dunia, sementara Sumsel merupakan dataran rendah dengan rawa-rawa dan aliran sungai.

“Program kerjasama ini selama dua tahun, setahun di Indonesia pembiayaannya dilakukan oleh BAPPENAS. Setahun berikutnya di Belanda akan dibiayai oleh NESO,” urainya.

Program lainnya adalah double degree master internasional yang pembiayaannya secara bersama antara Dikti dan NESO.

“Dari kedua program itu masing masing sudah menghasilkan 57 alumni, sedangkan putra dari Sumsel sendiri yang telah menjadi alumni sebanyak 12 orang,” pungkasnya.