Detak-Palembang.Com PALEMBANG – Menjelang bulan suci Ramadhan tahun 2018 ini Bulog Divisi Regional Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Divre Sumsel-Babel) melaksanakan kegiatan stabilisasi harga pangan.

Kepala Bulog Divisi Regional Sumsel – Babel, M.Yusuf Shalahuddin mengatakan, kegiatan stabilisasi harga dilakukan bersamaan dengan sosialisasi di acara Car Free Day Kambang Iwak.

“Kami melakukan di Car Free Day Kambang Iwak, yang kami tawarkan beras, gula, terigu dan daging. Kami memberikan pilihan kepada masyarakat dengan komoditi  pangan yang terjangkau sehat, berkualitas dan halal,” jelasnya saat jumpa Pers di Kantor Bulog, Senin (14/05).

Ia mengatakan, stok beras di Bulog mencukupi untuk kebutuhan enam bulan kedepan. Ia meminta kepada masyarakat untuk tidak usah takut atau keraguan dengan isu yang berkembang terjadi kelangkaan beras.

“Isu tersebut menimbulkan panic buying yang pada akhirnya meningkatkan pembelian dari biasanya sehingga meningkatkan harga beras,” tegasnya.

Ia menambahkan penyerapan beras petani oleh Bulog sejak awal tahun hingga, Hari Jumat 11 Mei 2018 sebesar 3.000 ton dari target 80.000 ton. Penyerapan beras berasal dari Kabupaten OKU dan Kabupaten Banyuasin.

“Penyerapan kami selalu mengacu kepada Penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) berdasar pada Inpres No 5 tahun 2015. Dari Inpres itu HPP sebesar Rp7.300 perkilogramnya sampai di gudang,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, pembelian dari petani menjadi sedikit karena harga ditingkat petani lebih tinggi dari HPP sehingga petani menjual tidak kepada Bulog. Bulog tidak bisa serta merta mengikuti harga pasar yang berlaku.

“Kami  melakukan koordinasi dengan pemerintah, maka diterbitkan kebijakan fleksibilitas sehingga Bulog dapat membeli beras 10 persen lebih tinggi dari HPP, sehingga pembelian saat ini Rp8.030 untuk beras jenis medium,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa Bulog sedikit membeli beras petani. Namun, keadaan seperti ini sebenarnya petani diuntungkan dengan harga yang lebih baik di atas HPP.