Detak-Palembang.com PALEMBANG – Sebagai antisipasi tingginya harga beras di awal tahun 2018, Badan Usaha Logistik Divisi Regional Sumatera Selatan – Bangka Belitung (Bulog Divre Sumsel-Babel) mengambil langkah melaksanakan Operasi Pasar.

Dikatakan Bakhtiar A.S, pada awal awal tahun 2018, Bulog dan pemerintah daerah dihadapi dengan persoalan kenaikan harga beras yang cukup tinggi.

“Untuk mengantisipasi tingginya harga beras tersebut kami sudah mengambil langkah dengan melaksanakan Operasi Pasar,” ungkap Bakhtiar di Kantor Bulog Jalan Perintis Kemerdekaan Palembang, Rabu (07/02).

Ia mengatakan, pihaknya sudah menjual beras kepada mitra Bulog dan penjual  beras di Pasar-Pasar tradisional dengan harga Rp9.350.

“Kami berharap dengan adanya Operasi Pasar maka harga akan normal kembali. Kami minta kepada masyarakat untuk tidak khawatir terkait dengan harga beras,” harapnya.

Ia menambahkan, saat ini Sumsel dalam masa panen terutama di Kabupaten Banyuasin dan sebagian Kabupaten OKU, pihaknya sudah menyerap beras hasil panen tersebut.

“Kita sudah serap beras petani walaupun belum begitu banyak, namun ketersediaan stok pangan di Sumsel kami pastikan aman. Stok bulog sampai hari ini cukup untuk 3 bulan kedepan,” kelasnya.

Ia menyampaikan, untuk penyaluran Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Bansos Rastra) telah dilakukan. Beras Bansos Rastra dibagikan gratis,masyarakat tidak perlu membayar biaya tebus.

“Kami tugasnya hanya sampai distribusi setelah itu menjadi tugas dari pemerintah daerah untuk menyampaikan kepada masyarakat,” tutupnya.