Detak-Palembang.com PALEMBANG – Klub Sriwijaya FC kebingungan, 2 pemainnya dikabarkan menjalin komunikasi dengan Manajemen Timnas Indonesia. Yang buat bingung, hal tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan manajemen klub Laskar Wong Kito, julukan Sriwijaya FC.

Asisten Manajer Sriwijaya FC Ahmad Haris mengatakan, saat ini kedua pemainnya, yakni Kiper Teja Paku Alam dan Marcko Sandy Meraudje telah menjalin komunikasi dengan Timnas tanpa sepengetahuan klub.

“Tapi secara komunikasi Teja dan Marcko pernah bicara disuruh nyiapin administrasi untuk ikut TC Timnas. Hal seperti ini sangat kita sayangkan karena di awal musim ini dan di awal musim 2017 pernah kita bicara,” ungkapnya saat diwawancarai Senin (15/10/2018).

Padahal, Haris mengatakan di awal musim pihaknya telah melakukan pembicaraan kepada PSSI Pusat, agar pemanggilan klub harus melalui manajemen terlebih dahulu.

“Tolong, kalau pemanggilan Timnas kita dahulukan dulu ke klub, baik dalam bentuk email maupun apa bentuknya secara resmi baru ke pemain. Ini terbalik, pemain disuruh persiapkan administrasi baru resmi,” harapnya.

“Sekarang cedera lagi, belum jelas perbaikannya seperti apa. Kita sudah rugi, Timnas sudah 4, Teja dan Marcko, pemainnya kita sementara 27, belum lagi Ichsan dan Nur cedera. Belum lagi nanti terkena akumulasi kartu,” tuturnya.

Untuk itu, pihaknya berharap agar PSSI Pusat dapat memberikan solusi kepada klub Sriwijaya FC yang saat ini tengah krisis pemain. Meskipun Esteban Vizcarra telah dikembalikan, namun kedepannya krisis pemain akan terulang jika mereka memperkuat Timnas secara permanen.

“Kita sama-sama kita pikirkan sama-sama solusinya yang terbaik, karena pemain ini bulanannya masih kita yang bayar,” pungkasnya.

Saat ini, lanjut Haris, klub Sriwijaya FC telah ‘menyumbang’ pemainnya ke Timnas cukup banyak. Mulai dari Alberto Goncalves, Esteban Vizcarra (Timnas Senior), Syahrian Abimanyu dan Samuel Christianson. Terbaru, Samuel telah dikembalikan dalam kondisi cedera ke klub Sriwijaya FC