Detak-Palembang.com PALEMBANG – Sriwijaya FC gagal meraup poin penuh dari kandang Bhayangkara FC, setelah dikalahkan dengan skor 2-0. Hal tersebut membuat rekor kandang The Guardian, julukan Bhayangkara FC menjadi kokoh.

Bhayangkara FC berhasil mendapat 2 angka di babak kedua. Gol pertama dicetak oleh Paulo Sergio di menit ke-59, dan disusul oleh Elio Bruno Martin di menit ke-86, setrlah mendapat umpan dari eks-Sriwijaya FC Adam Alis.

Pelatih Sriwijaya FC Subangkit mengatakan jika minimnya pemain membuat dirinya harus memberdayakan pemain yang ada untuk formasi. Sehingga, hasilnya kurang optimal.

“Memang kita kalah, tapi saya apresiasi pemain saya karena mereka sepanjang pertandingan sudah berusaha,” ujar Subangkit.

Saat pertandingan, Marcko harus mengisi Zulfiandi yang berposisi sebagai Gelandang. Beruntung, Esteban Vizcarra sudah kembali dari Timnas namun pemain bernomor punggung 11 tersebut belum memberikan kontribusi lebih.

“Tapi memang di babak kedua kita banyak kehilangan bola, juga karena kita tahu target di depan tidak ada yang bisa tandu. Jadi setiap bola kedepan kita, bola hilang lagi,” bebernya.

Hal itu yang menyebabkan tumpulnya para penyerang Sriwijaya FC. Sehingga, peluang untuk mencetak gol menjadi tipis hingga tim tamu berhasil menyeruak masuk ke pertahanan.

Sementara, Pelatih Simon McMenemy mengatakan anak asuhnya telah berupaya keras di pertandingan kali ini. “Kita bermain sangat bagus, dan saya apresiasi dengan pemain karena mereka berhasil menyamai kerja keras tim lawan,” katanya.

Meskipun di babak kedua, dirinya terpaksa mengubah formasi dari 4-4-2 menjadi lebih attacking.

“Saya juga apresiasi dengan lini pertahanan kita. Kita jarang dapat clean sheet, tapi kita juga melakukan banyak penyelamatan. Kita juga sedikit mendapat tekanan. Ini 3 poin yang bagus untuk kita,” pungkasnya.