Detak-Palembang.com PALEMBANG – Sriwijaya FC gagal menembus babak 16 besar Piala Indonesia 2018, usai menelan kekalahan di leg kedua yang digelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang Kamis (21/2/2019). Menghadapi Madura United, mereka mendulang kekalahan dengan skor 2-1.

Gol pertama dicetak oleh pemain Madura United, Alexander Rakic di menit ke-7. Kemudian, Laskar Wong Kito mengejar ketertinggalan melalui Adistya Wicaksana yang mencetak angka di menit ke-46.

Sampai pada akhirnya, Striker Madura United yang juga mantan pemain Sriwijaya FC Alberto goncalves menyarangkan bola ke gawang yang dijaga oleh Jupriyanto tersebut. Skor 2-1 bertahan hingga laga usai.

Pelatih Sriwijaya FC Hartono Ruslan mengaku tak malu dengan penampilan anak asuhnya tersebut. Sebab,  Yogi Novrian cs lebih berani keluar menyerang, membuat peluang, meski finishing yang buruk membuatnya tak mampu dikonversi menjadi gol.

“Kita sudah kerja maksimal, anak-anak kerja di lapangan semangat dan tidak gampang menyerah. Kita senang anak-anak akhirnya bisa membobol gawang tim sekelas Madura,” ujarnya.

Ia mengatakan, anak asuhnya telah menjalankan instruksi yang diberikannya dengan baik. Strategi serangan balik yang dimainkan Sriwijaya, berjalan lancar.

“Hanya saja kurangnya peluang yang ada tidak menjadi gol. Meski kalah tapi saya tetap bangga dengan penampilan anak-anak di pertandingan tadi,” kata Hartono.

Menurut Hartono, kalah tipis 1-2 merupakan buah kerja keras skuad yang ditukanginya. Selain itu mereka juga bermain disiplin dan bisa meredam gaya permainan Madura.

“Kekurangan kita di leg 1 sudah diperbaiki, dan kita sudah evaluasi kelebihan Madura. Kita antisipasi di pertandingan tadi dan Alhamdulillah bisa dilaksanakan dengan baik,” tukasnya.

Sementara itu, Madura United memastikan diri melaju ke babak 8 Besar Piala Indonesia 2018/2019 setelah menyingkirkan Sriwijaya FC dengan agregat 7-1. Pelatih Madura United Dejan Antonic mengatakan, timnya datang ke Palembang dengan misi melanjutkan tren positif.

Namun meski unggul materi pemain, ternyata tidak mudah bagi Madura menundukkan Sriwijaya di Palembang.

Makanya di ruang ganti (saat turun minum) saya sampaikan sama pemain jika main seperti (babak I) ini akan susah berkembang,” ungkapnya usai pertandingan.

Pelatih asal Serbia ini mengakui, di leg 2 ini memang dilakukan beberapa rotasi pemain dari leg 1. Namun ternyata penampilan secara tim belum terlalu memuaskannya.

“Kita tidak istimewa hari ini karena mungkin sudah dapat banyak gol di Madura. Memang menang (hari ini) tapi saya gak senang. Tim ini harusnya bisa lebih bagus dari yang ditampilkan di pertandingan tadi,” pungkasnya.