Detak-Palembang.com PALEMBANG – Sriwijaya FC melakukan sejumlah pembenahan serius pada musim ini, baik dari komposisi pemain dengan melakukan perombakan skuat hingga 80 persen hingga penyempurnaan pengelolaan tim.

Hasilnya, tren positif pun mulai memanyungi pergerakan Laskar Wong Kito meski baru memulai latihan perdana dengan skuat baru pada 4 Desember 2017, atau lebih awal dibandingkan klub-klub lain di Tanah Air.

Adalah sosok manajer klub Ucok Hidayat yang dipandang cukup berperan dalam membawa Sriwijaya FC merengkuh hasil positif itu yakni meraih juara 3 Piala Presiden 2018 dan menembus babak final Piala Gubernur Kaltim.

“Saya dari awal sudah berkomitmen, jadi saya jalankan bagaimana pun berat dan resikonya,” kata Ucok Hidayat yang diwawancarai dari Palembang menjawab anggapan bahwa sejatinya dirinya yang berandil besar dalam membawa Sriwijaya FC ke track juara lagi.

Menurut Ucok, dalam sepak bola tidak bisa hanya terpaku pada hal-hal yang terjadi di lapangan saja karena sebenarnya faktor non teknis sangat berpengaruh besar, seperti menu latihan, istirahat, dan gizi pemain.

“Bukan hanya itu saja, situasi dan kondisi tim ini juga harus dijaga tetap kondusif, tetap semangat terutama di saat tim habis menelan kekalahan. Itu sebenarnya inti yang harus saya kerjakan sebagai manajer. Artinya, jika mau menang, saya harus total mendampingi tim ini, walaupun sebenarnya saya juga banyak kesibukan pekerjaan sebagai birokrat,” kata Ucok.

Terlepas dari berbagai suka maupun duka yang dialaminya selama mendampingi tim sejak menggantikan manajer sebelumnya Narsun Umar di pengujung musim 2017, Ucok pada dasarnya cukup menikmati pekerjaannya sebagai manajer tim.

Pria yang kesehariannya menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sumatera Selatan ini bersedia bolak-balik Palembang-Balikpapan dalam mendampingi tim selama mengikuti Turnamen Piala Gubernur Kaltim.

“Apa yang saya lakukan ini sebenarnya bukan untuk saya secara pribadi, tapi sebenarnya untuk rakyat Sumsel juga. Jika Sriwijaya bisa juara, semua tentunya bangga,” ujar Ucok.

Sriwijaya FC mengalami masa paceklik prestasi sejak tiga tahun terakhir, bahkan satu yang diingat hanya sebatas juara kedua Piala Presiden 2015. Memasuki musim kompetisi 2018 dilakukan perombakan besar-besar dalam skuat tim karena manajemen klub mengusung target juara Liga 1 pada musim ini.

Beberapa hal yang patut menjadi catatan yakni memboyong pelatih berprestasi Rahmad Darmawan, dan sejumlah pemain berkualitas seperti Manuchehr Jalilov (pemain AFC 2017), Mohammadou Ndiaye, Makan Konate. Manajemen klub disebut-sebut merogoh kocek hingga Rp20 miliar lebih untuk membuat skuat “The Dream Team”.