Detak-Palembang.com SOLO – Menang telak dalam partai hidup mati Laskar Wong Kito akan menantang Bali United di Semifinal Piala Presiden. Lantaran Singo Edan tersungkur dibabak delapan besar dengan skor telak 3-1 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (4/2).

“Perjalanan kita masih ada tentunya jangan terlalu senang dulu. Sebab kita harus melawan Bali United,”kata Pelatih Sriwijaya FC (SFC) Rahmad Darmawan usai pertandingan.

Dia juga memberikan apresiasi kepada anak asuhnya. RD juga tau ada beberapa kesalahan pemain di babak pertama hingga terjadinya penalti.

“Tapi mereka mampu bermain keras tanpa menurunkan ritme. Hasilnya di babak kedua kita bisa menguasai pertandingan dan tentunya kita harus persiapan menghadapi babak semi final nanti,” ujarnya.

Terpisah Pelatih Arema FC Joko Susilo menilai anak asuhnya tidak kalah. Hanya saja beberapa kesialan sehingga pemain tidak konsen.

“Kami kecolongan bola mati dan gagalnya penalti. Itu membuat pemain kurang konsen dan kalah,” ucapnya singkat.

Sekilas jalanya pertandingan penyerang Arema, Dedik Setiawan, mendapatkan peluang pertama lewat tendangan keras dari luar kotak penalti yang masih bisa diselamatkan kiper Sriwijaya, Teja Paku Alam.

Penyerang Arema kelahiran 1994 itu kembali gagal memanfaatkan peluang emas setelah hanya tinggal berhadapai satu lawan satu dengan kiper Sriwijaya.

Tendangan Dedik dari jarak dekat berhasil dihadang Teja Paku Alam pada menit ke-41.

Singo Edan mendapat peluang emas untuk memecah kebuntuan setelah bek Sriwijaya, Bio Paulin, melanggar Dedik di kotak terlarang.

Wasit menunjuk titik putih, namun eksekusi yang diambil sendiri oleh Dedik berhasil diamankan Teja Paku Alam.

Bio Paulin membayar kesalahannya dengan mencetak gol pembuka lewat sundulan, 1-0 untuk Sriwijaya.

Bek naturalisasi itu sukses menyambar tendangan sudut yang dilepaskan Adam Alis pada menit ke-67.

Laskar Wong Kito menambah keunggulan menjadi 2-0 melalui tendangan bebas cantik yang dilepaskan pemain muda, Syahrian Abimanyu, pada menit ke-71.

Penyerang Arema, Ahmad Nur Hardianto, memperkecil ketertinggalan Sriwijaya menjadi 1-2 lewat tendangan 12 pas pada menit ke-83.

Alberto Goncalves alias Beto memperlebar keunggulan timnya menjadi 3-1 lewat gol yang dicetaknya pada menit ke-86.

Beto sukses mencetak gol mudah di depan gawang dengan memanfaatkan operan matang dari Manuchekhr Dzhalilov di mulut gawang.

Sampai wasit Dodi Setia Purnama meniup pluit panjang, keunggulan 3-1 Sriwijaya atas Arema berhasil dipertahankan.