Detak-Palembang.com PALEMBANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatera Selatan (BPBD Prov Sumsel) secara serius melakukan kesiap siagaan mengahadapi bencana kabut lahan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Iriansyah Plt Kepala BPBD Sumsel  mengatakan, kesiap siagaan itu dilaksanakan dengan mengaktifkan pos komando (posko) di tingkat administrasi terendah, yaitu desa.

“Kita juga menyiagakan posko di tingkat kecamatan, kabupaten, dan provinsi. Kami mengajak partisipasi aktif masyarakat dan dunia usaha untuk mengantisipasi karhutla,” ajak Iriansyah, seperti yang disampaikan kepada Detak-Palembang.com di Kantor BPBD, Rabu (14/03).

Lanjutnya,Total personel yang terlibat dalam kesiapsiagaan menghadapi bahaya karhutla ini mencakup 1.075 personel dari unsur pemerintah, TNI, dan Polri, sedangkan 4.444 personel dari masyarakat dan 2.130 dari sektor swasta. Partisipasi masyarakat berasal dari Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) dan Masyarakat Peduli Api (MPI).

“Kita melakukan kesiap siagaan ini untuk menyukseskan Asian Games 2018, dimana Palembang menjadi tuan rumah. Dalam satgas yang ada terdapat enam sub satgas, yang unik kita punya sub satgas doa terdiri dari ponpes se Sumsel,” ungkapnya.

Pihak BPBD Sumsel telah mengindentifikasi luas lahan yang rawan karhutla karena luas lahan gambut di Sumsel sebesar 1.483.662 hektar, untuk itu BNPB sudah membantu satu unit helikopter untuk patroli.

“Lahan dengan kerawanan kebakaran tersebar di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin, Muara Enim, Ogan Ilir dan Musi Rawas. Kami memonitor 53 desa yang tersebar di Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Ogan Ilir sebagai desa dengan kerawanan tinggi,” tutupnya.