Detak-Palembang.com – Agama Islam memberikan segala kemudahan dalam melaksanakan ibadah, termasuk melantunkan shalawat.  Karena shalawat kepada Nabi merupakan salah satu bentuk ibadah yang agung. Ketika kita sampaikan terima kasih kita atas Nabi dengan cara bershalawat kepadanya, maka jutaan malaikat juga ganti mendoakan kita.

Suatu hari, Rasulullah SAW datang dengan wajah berseri-seri dan bersabda :

“Malaikat Jibril datang kepadaku dan berkata, “Sangat menyenangkan untuk engkau ketahui wahai Muhammad bahwa untuk satu shalawat dari seseorang umatmu akan kuimbangi dengan sepuluh doa baginya dan sepuluh salam bagiku akan kubalas dengan sepuluh salam baginya. ‘” ( HR. An-Nasa’i).

Dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda,

“Jika orang bershalawat kepadaku, maka malaikat juga akan medoakan keselamatan baginya, untuk itu bershalawatlah, baik sedikit ataupun banyak. “ ( HR. Ibnu Majah dan Thabrani).

Satu kali bershalawat saja limpahan rahmat dari Allah SWT bisa mengungguli semua ketaatan kita, apalagi dua, tiga kali bershalawat akan berlipat-lipat rahmat dari Allah SWT kepada kita.

Kalam Guru Mulia Al-Habib Umar bin Hafidz :

“Kadang-kadang bangun malam (untuk shalat Tahajjud) dan puasa sunnah malas, tapi derajat di surga ingin paling tinggi.

Namun apabila kita malas bangun malam dan puasa sunnah, masih ada kesempatan untuk mendapatkan ridho Allah SWT dan menempati surga paling tinggi.

Caranya, perbanyaklah bershalawat kepada Rasulullah SAW dan disertai juga berdo’a untuk bisa mengerjakan bangun malam dan puasa sunnah.

Dengan memperbanyak bacaan shalawat inilah, Allah SWT akan menurunkan rahmat-Nya kepada orang yang membaca shalawat.

Kalau orang mendapatkan rahmat Allah SWT, maka ia akan mudah sekali bangun malam dan puasa sunnah.

Syeikh Ibnu ‘Athaillah As-Sakandari berkata tentang keutamaan membaca shalawat :

Barang siapa yang luput kepadanya banyak puasa sunnah dan bangun malam, maka hendaklah ia menyibukkan dengan membaca shalawat kepada Rasulullah SAW.

Karena sesungguhnya jika engkau mengerjakan semua ketaatan sepanjang masa usiamu, maka Allah SWT bershalawat (memberikan Rahmat) kepadamu dengan satu kali shalawat.

Maka lebih berat satu shalawat dari Allah SWT itu dibandingkan setiap ketaatan yang engkau kerjakan di sepanjang usiamu.

Karena sesungguhnya engkau bershalawat menurut kadar kekuatanmu, sedangkan Allah bershalawat (Memberikan Rahmat) kepadamu menurut kadar ketuhanan dan kedermawanan-Nya.

Satu kali shalawat (Limpahan Rahmat) saja dari Allah Swt, bisa mengungguli semua ketaatan kita,.. Apalagi dua, tiga kali shalawat dari Allah SWT kepada kita?

Sedangkan Rasulullah SAW telah bersabda :

“Barangsiapa bershalawat kepadaku dengan satu kali shalawat, maka Allah bershalawat kepadanya dengan sepuluh kali shalawat.”

(HR. Muslim, Abu Daud)