Puluhan kursi stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring berserakan di pinggir lapangan.

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Sriwijaya FC (SFC) dibantai Arema FC dengan skor 0-3 di kandang pada laga penutup Liga 1 Indonesia diputaran pertama. Tiga gol Singo Edan di cetak minet 52 Ridwan Tawainela, menit 65 Rivaldi Bawuo dan menit 76 Nur Hardianto. Pembatasan ini mengundang letusan emosi pendukung SFC, tak ayal puluhan kursi tribun melayang ke lapangan akibat ulah oknum Suporter. 

Berlaga di home membuat fans emosi dengan hasil tersebut. Bahkan gol ketiga suporter mengamuk dengan melemparkan kursi ke lapangan. Kondisi itu membuat para keamanan kelimpungan dan tidak bisa terkendali. Alhasil puluhan kursi stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring rusak.

“Kita akui kami hanya sanggub bermain 45 menit saja. Karena setelah itu fisik pemain buruk akhirnya rentetan gol terjadi,”kata Pelatih SFC Rahmad Darmawan memberikan komentar usai pertandingan.

Diakuinya setelah melakoni laga ke Kalimantan melawan Mitra Kukar beberapa waktu lalu. Fisik anak asuhnya drop. Ternyata saat menghadapi Arema FC fisik pemain pun masih belum pulih.

“Pergerakan semua berjalan dengan skema baik di semua lini. Hanya saja kondisi kita yang buruk,”pungkasnya.

Terpisah Pelatih Arema FC Milan Petrovic mengaku sangat gembira dengan semua hasil yang didapatkan anak asuhnya. Terlebih lagi sebelumnya Arema FC kehilangan poin saat melawan PS TIRA.

“Kita akhirnya dapat poin disini. Pastinya saya sangat senang sekali,”katanya.

Ia pun menuturkan sebenarnya anak asuhnya kesulitan di babak kedua. Baginya melawan SFC diakuinya juga cukup menegangkan.

“Permainan sangat ketat, di babak kedua baru kita bisa bangkit. Tidak sangka juga kita bisa menang dengan tiga gol,”pungkasnya.

Hasil itu pun meletakan Laskar Wong Kito statis di posisi 8 poin 23. Sedangkan Arema FC dari posisi 13 naik ke posisi 11 poin 23. Pertandingan ini tentunya membuat laga penutup Liga 1 Indonesia menjadi suram bagi Laskar Wong Kito dan juga para fans.

(ZYD)