Detak-Palembang.com WASHINGTON DC — Dengan alasan penyegaran kabinet di Gedung Putih jelang pertemuan dengan Korea Utara, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah memecat Menteri Luar Negeri Rex Tillerson, Jumat (9/3) pekan lalu. Tindakan Trump melengserkan politisi 65 tahun tersebut terjadi saat AS tengah fokus bersiap menghelat pertemuan dengan Korea Utara (Korut).

“Presiden ingin memastikan mempunyai tim baru ketika mereka bertemu dengan Korea Utara,” kata Gedung Putih dikutip dari AFP Selasa (13/3).

Perseteruan Trump dengan Tillerson sering terjadi, terutama menyangkut kebijakan AS kepada Korut.

Tillerson, mantan CEO ExxonMobil periode 2006-2016, berusaha untuk mendekati Korut dengan cara yang halus.

Dalam forum Dewan Atlantik Desember 2017, Tillerson menyatakan bahwa AS bersedia untuk bernegosiasi tanpa prasyarat apa pun dengan Korut.

“Sangat tidak realistis mengatakan kami hanya akan berdiskusi jika mereka (Korut) datang dan siap menyerahkan senjatanya. Mereka sudah berinvestasi sangat banyak di sana,” ujar Tillerson saat itu.

Namun, usul Tillerson ditentang oleh Trump. Sejak awal, Trump menegaskan bahwa AS hanya akan duduk semeja dengan Korut jika mereka melakukan denuklirisasi.

Bahkan, pada 1 Oktober 2017, dalam kicauannya di Twitter, Trump menyindir Tillerson yang dianggapnya buang-buang waktu mencoba bernegosiasi dengan rezim Kim Jong Un.

“Simpan energi Anda Rex. Kita akan melakukan apa yang harus kita lakukan!” kata Trump dalam kicauannya.

Tillerson sempat mengejek Trump dengan sebutan “si bodoh” pada Juli 2017.