Detak-Palembang.Com PALEMBANG – Pencanangan Kawasan Hijau di Jakabaring Sport City pada perhelatan Asian Games 2018 tampaknya belum bisa berjalan seperti yang diharapkan.

Sejatinya di Kawasan Jakabaring Sport City bebas dari kendaraan selain mobil berbahan bakar Hidrogen (Hydrogen Car) dan mobil golf (Golf Car) atau mobil yang diberi stiker khusus oleh INASGOC.

Tetapi setelah dua hari pelaksanaan Asian Games masih banyak pelanggaran yang dilakukan oleh oknum armada transportasi. Dari pantauan Detak-Palembang.Com di halte bus Venue Tenis, Senin (20/08) tampak mobil dan motor lalu lalang tanpa menggunakan stiker dari INASGOC.

Bahkan atlet yang akan menggunakan golf car harus rebutan dan terpaksa mengalah dengan orang yang tidak menggunakan ID Card, akhirnya atlet harus rela berjalan kaki menuju venue.

Volunteer sudah mengingatkan agar atlet diutamakan, namun tidak di gubris, orang yang menaiki golf car berlalu diiringi sorak pengunjung Jakabaring Sport City lainnya.

Di tempat yang sama, delapan jurnalis terpaksa bersabar menunggu bus jemputan datang untuk mengantar ke media center di Dekranasda. Mereka menunggu lebih dari satu jam namun bus tidak kunjung datang, sesuai jadwal setiap 30 menit bus untuk awak media akan datang.

Bahkan ada beberapa awak media yang berjalan kaki dari venue Dayung ke MPC, yang jaraknya berkilo-kilometer. Karena lamanya menunggu bus yang tak kunjung tiba.

Adi Norman, seorang jurnalis televisi mengatakan sudah lehih dari satu jam menunggu bus, padahal meneurut ketentuan setiap 30 menit ada bus datang.

“Kami capek menunggu hus datang. Pertandingan akan dimulai tidak menunggu kita ada. Selain itu kita dikejar deadline berita,” ucapnya kesal.

Ia menambahkan, kalau memang ada aturan pelaranga motor atau kendaraan tidak ramah lingkungan atau tidak berstiker untuk masuk ke Jakabaring semua harus patuh termasuk oknum aparat yang berseliweran menggunakan motor pribadi.

Kekurangan ini menjadi harus segara dibenahi oleh panitia penyelenggara, agar kedepan tidak terulang lagi.