Detak-Palembang.com PALEMBANG – Musim hujan penyebab tergenangnya air di mana-mana. Genangan air ini menjadi tempat bertelur nyamuk penyebar berbagai penyakit. Kondisi ini penyebab meningkatnya jumlah kasus penderita demam berdarah dengue atau DBD di Kota Palembang yang selama Januari 2019 ini tercatat 132 kasus. Namun belum ada korban jiwa, dan mudah-mudahan tidak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Palembang, Fauziah, mengatakan jumlah tersebut meningkat bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu yakni 63 kasus.

“Jumlahnya memang meningkat namun berdasarkan laporan hingga saat ini belum ada korban jiwa. Mudah-mudahan tidak ada,” jelasnya, Senin (4/2/2019).

Fauziah memaparkan kasus DBD banyak terdapat di daerah Kecamatan Sukarami sebanyak 19 kasus, Ilir barat I sebanyak 14 kasus dan Jakabaring serta Alang-alang Lebar 10 kasus. Sementara jika dilihat dari usia banyak terjadi di usia anak-anak sekolah yakni 5 sampai 14 tahun.

Dia mengatakan penularan paling banyak dan cepat yakni melalui gigitan nyamuk. Dan nyamuk ini suka sekali di tempat yang airnya tenang, aliran stagnan dan tergenang sehingga perlu diwaspadai tempat penampungan air seperti di kamar mandi dan lain sebagainya.

Dinas Kota Palembang juga tengah mengusulkan kepada dinas perikanan untuk meminta 10.000 ikan tempalo. “Ikan ini akan kita bagikan ke kelurahan untuk memakan jentik-jentik nyamuk,” katanya.

Untuk larvasida juga sudah dibagikan kepada puskesmas-puskesmas yang ada di Kota Palembang.

“Larvasida ini kita dapat dari Dinkes Sumsel dan sudah kita sebar ke Puskesmas. Masyarakat silakan minta saja dan gratis,” katanya.

Upaya fogging juga terus dilakukan berdasarkan permintaan rumah sakit dan warga jika memang sudah terdeteksi adanya kasus DBD di daerah tersebut.

“Fogging itu adalah upaya terakhir. Tapi selama ini terus kita lakukan jika ada rekomendasi dari rumah sakit,” katanya.

Berdasarkan data Dinkes Kota Palembang, kasus DBD ini setiap tahun menurun. Dari tahun 2010 sebanyak 675 kasus, tahun 2011 sebanyak 723, 2012 yakni 883 kasus, tahun 2013 sebanyak 438 kasus, tahun 2014 sebanyak 622 kasus.

Pada tahun 2015 terjadi peningkatan cukup besar yakni sebanyak 981 kasus, 2016 sebanyak 932 kasus, tahun 2017 yakni 693 kasus dan tahun 2018 menurun lagi menjadi 642 kasus.