Detak-Palembang.com PALEMBANG – Kunjungan kerja Komisi IV DPR RI yang dipimpin langsung Ketua Tim Edi Prabowo melakukan Peninjauan dan Pertemuan di Sentra Kuliner Ikan Area Monpera Palembang, Kamis (12/4).

Hadir pula pada kesempatan ini Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel Nasrun Umar, Pjs. Walikota Palembang Akhmad Najib, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Nilanto Perbowo, Direktur Kapal dan Alat Penangkap Ikan Kementrian Kelautan dan Perikanan Agus Suherman. Kemudian para anggora Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, Muhammad Nasit Umar, Guntur Sasono, Ahmad Yohan, Andi Akmal Pasaluddin, Fadholi dan Fauzi H.Amro.

Edi Prabowo menyampaikan kunjungan kali ini melihat sejauh mana program Kementrian Perikanan sehingga bermanfaat bagi daerah dan masyarakat.

“Kunjungan ini spesifik khusus dalam beberapa permasalahan saja. Kami melihat sejauh mana program yang kami sampaikan disini bermanfaat bagi daerah dan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya jika ini bermanfaat tentu akan ditambah terus. “Hari ini kita di sentral kuliner. Sebenarnya kalau dilihat dari anggaran dengan apa yang disajikan disini tidak begitu mahal, cukup Rp1,6 miliar saja. Bayangkan kalau kita bisa menciptakan 10 sentra kuliner baru seperti ini dengan biaya seluruhnya Rp16 Milliar. Mengingat Anggaran Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) sudah Rp7 triliun. Jadi Kalau kita minta 50 miliar saja untuk sentra. Saya yakin teman-teman di Komisi IV setuju,” ungkapnya.

Menurutnya mereka memilih salah Provinsi Sumsel dalam kunjungan kali ini karena Sumsel memiliki sebuah potensi yang luar biasa khususnya di dalam Sumber Daya Alam (SDA). “Kami berharap atas dari Kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke sini semoga bermanfaat,” pungkasnya.

Sementara Sekda Nasrun Umar mengatakan untuk mewujudkan Sumsel yang maju dan mandiri, dirinya mengaku harus membangun perekonomian daerah yang mampu menjawab peluang dan tantangan era perdagangan bebas, khususnya tingkat Asia Tenggara melalui Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Seperti yang telah diketahui bersama, katanya bahwa MEA telah memberikan peluang besar kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk memasuki pasar ASEAN dan terlibat dalam Regional Value Chain (RVC). Oleh karena itu senantiasa diperlukan penggalian sumber-sumber potensi baru dan secara berkesinambungan memelihara kelestarian sumber-sumber kekayaan alam yang ada.

“Salah satu sumber pertumbuhan ekonomi daerah Sumsel yang potensial adalah sektor kelautan dan perikanan, khususnya Perairan Umum Daratan (PUD). Hal ini didasarkan pada potensi perikanan khususnya PUD Sumsel memiliki potensi yang sangat besar yakni kurang lebih 2.505.000 ha dengan produksi sebesar 119.887,8 ton pada tahun 2016,” lanjutnya.

Dengan keanekaragaman hayati ikan yang cukup tinggi, lebih dari 233 jenis ikan serta wilayah Sumsel dilalui 9 sungai besar yang disebut Sungai Batang Hari Sembilan. “Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi kita khususnya pelaku UMKM kelautan dan perikanan agar dapat memanfaatkan peluang besar ASEAN yang sudah terbuka bebas,” tuturnya.

Ditambahkan Pjs. Walikota Palembang Akhmad Najib bahwa tempat ini sangat bermanfaat sekali. Apalagi pada saat malam minggu tentu ini sangat ramai pengunjung. “Konsumsi Ikan di Palembang sangat tinggi dan sungguh luar biasa dibutuhkan, salah satunya saja pempek hampir 6,4 ton perhari. Artinya bahan baku ikan ini sangat di butuhkan,” ungkapnya.

Palembang, lanjut Najib tidak lama lagi akan menjadi perhelatan Asian Games. Kuliner dan juga Destinasi yang sudah disiapkan selain di JSC sudah siapkan juga salah satunya sentra kuliner ini. “Terima kasih dan selamat datang kepada Komisi IV DPR RI dan semoga sentra kuliner ini bermanfaat bagi masyarakat Palembang,”katanya.

Pada kesempatan ini juga Komisi IV DPR RI memberikan kepada para nelayan berupa bantuan kapal perikanan dan alat penangkap ikan. Kemudian klaim asuransi nelayan serta bantuan permodalan nelayan.