Detak-Palembang.com BANDAR LAMPUNG –  Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melaunching buku berjudul. “Secangkir Kopi Bumi Sekala Brak jejak langkah 25 tahun kebangunan Lampung Barat,” di aula hotel Emersia Bandar Lampung, Sabtu (18/3).

Acara di buka oleh bupati Lampung Barat Mukhlis Basri dan di hadiri oleh
Anggota DPR RI Hendri Yosodiningrat, Mantan kapolda Lampung Ike Edwin, ketua DPRD Provinsi Lampung Dedi Efrizal, Pimpinan Umum SKH Lampung
Post Bambang Ekawijaya beserta pimrednya Iskandar Zulkarnain.

Selain itu juga turut hadir Bupati dan Wakil Bupati Lampung Barat terpilih Parosil Mabsus-Mat Hasnurin, Ketua DPRD Lampung Barat Edy Novial, Wakil Bupati Lampung Barat Makmur Azhari, para tokoh provinsi dan kabupaten yang pernah andil dalam membangun Lampung Barat selama kurun 25 tahun.

Dalam sambutannya  Bupati Lampung Barat, Mukhlis Basri mengungkapkan, buku secangkir kopi bumi sekala brak merupakan buku yang di tulis oleh team jurnalis Lampung Post bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Lampung Barat.

Dirinya mengapresiasi atas dukungan dari seluruh pihak yang terlibat dalam penulisan buku  yang mengulas perjanan Lampung barat sejak awal berdiri hingga menginjak usia ke -25 tahun.

Mukhlis mengatakan, pada awal penulisan dirinya didatangi oleh team jurnalis Lampung Post yang menggagas penulisan buku tentang perjalanan kehidupannya.

Namun bupati dua periode itu justru menawarkan untuk menulis perjalanan Kabupaten Lampung Barat yang telah genap 25 tahun sejak dimekarkan.

Kata Mukhlis,  judul buku menjadi gambaran umum alam bumi sekala brak.

Lampung Barat merupakaan penyuplai  38 persen kopi di Lampung dan masuk 7 persen secara nasional.

Selain itu ketika bicara sejarah, Sekala Brak adalah asal muasal Lampung,” Judulnya sudah pas, karena Lampung Barat adalah produsen kopi terbesar, setelah itu suka tidak suka, berdasarkan sejarah Lampung itu  berasal dari sekala brak,“ ulas Mukhlis Bari.

Sementara pimpinan redaksi Lampung Post, Iskandar Zulkarnain mengatakan, buku tersebut merupakan buku ketiga yang di tulis oleh team  jurnalis Lampung Post bekerjasama dengan pemerintah daerah setelah sebelumnya menerbitkan buku Universitas Lampung ( Unila) dan buku polda.

“Insyallah segera menyusul buku kejaksaan dan buku cikal bakal IAIN menjadi UIN,” ungkap Iskandar.

Lanjut dia, buku tersebut merupakan bagian dari kerja keras jurnalis Lampung Post untuk mempersembahkan karya terbaik dalam mendokumentasikan sejarah yang tercecer bagi generasi penerus.

Dan ia berharap buku itu menjadi bacaan bagi masyarakat untuk mengetahui perjalanan sejarah Lampung Barat selama kurun 25 tahun.

”Kita bisa melihat bagaimana Lampung Barat dari awal terbentuknya, hingga melahirkan adik baru Pesisir Barat,” terang pimred anak usaha Grup Media Indonesia ini