Detak-Palembang.com ALGIERS – Aljazair merupakan negara berpenduduk terbanyak ke-34 di Bumi. Aljazair adalah republik semi-presidensial yang terdiri dari 48 provinsi dan 1.541 komune. Dengan jumlah penduduk lebih dari 37 juta jiwa yang mayoritas warganya memeluk agama Islam.

Pemerintah Aljazair sejak tahun 2008 telah membangun sebuah masjid yang digadang-gadang menjadi bangunan masjid terbesar ketiga di dunia karena didirikan diatas lahan seluas 200.000 meter persegi dan sebuah menara setinggi 265 meter memiliki 43 lantai, yang menghabiskan dana hampir 2 miliar dollar (sekitar 29 triliun).

Masjid Agung Aljazair, yang terletak di kawasan al-Mohammadiya di ibu kota Algiers tersebut dijadwalkan akan diresmikan dan mulai dibuka secara umum pada akhir tahun ini atau awal 2019.

“Masjid dengan semua fasilitasnya harus sudah diserahkan pada akhir Desember 2018 mendatang. Namun apabila tidak memungkinkan, maka batas maksimalnya adalah awal 2019,” kata Menteri Urusan Agama dan Wakaf Aljazair, Mohammed Isa.

Ruang ibadah seluas 20.000 meter persegi akan mampu menampung hingga 120.000 jemaah. Selain itu juga terdapat ruang perpustakaan khusus yang dapat menampung hingga 6.000 orang sekaligus.

Sejumlah 43 lantai di menara akan difungsikan menjadi ruang museum yang mendokumentasikan sejarah era Islam.

Untuk kenyamaan para jemaah juga telah disiapkan tiga lantai bawah tanah, yang satunya akan difungsikan sebagai lahan parkir yang mampu menampung hingga 6.000 kendaraan.

Proyek pembangunan masjid agung tersebut telah dimulai sejak 2008 namun sempat beberapa kali mengalami penundaaan dan penghentian lantaran adanya konflik antara pemerintah Aljazair dengan perusahaan yang menangani pembangunan masjid.

Perusahaan Jerman yang semula memenangkan tender pembangunan masjid akhirnya memilih mundur dan pekerjaan dilanjutkan oleh sebuah perusahaan China.

Karena luasnya proyek pengerjaan, pengawasan yang semula ditangani Kementerian Urusan Agama dan Wakaf dialihkan ke Kementerian Perumahan dan Konstruksi.

Menteri Perumahan Aljazair Abdel-Wahid Tammar pun telah mengumumkan beberapa pekan lalu bahwa tahun 2019 akan menjadi tahun terakhir dalam fase konstruksi masjid.