Detak-Palembang.com PALEMBANG – Untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Provinsi Sumarera Selatan (Pemprov Sumsel) telah menurunkan tim ke lapangan untuk menyisir perusahaan yang tidak taat pajak.

Kepala Satuan  Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumsel, Riki Junaidi mengatakan, pihaknya menurunkan tim untuk melakukan pendataan di Kabupaten Muara Enim.

“Selama 5 hari tim mendatangi  perusahaan yang tidak taat pajak di daerah Muara Enim. Jadi sasaran yang kita data itu adalah  perusahaan perkebunan, perusahaan pertambangan, perusahaan emiling atau karet, pabrik industri serta agen penyalur bahan bakar, dan tidak ketinggalan warga Negara asing,” katanya

Lanjutnya, sekitar 146 alat berat terdata belum membayar pajak dari 5 perusahaan. Untuk kerugian negara karena tidak membayar pajak, Ia mengatakan ada di Bapenda Sumsel.

“Perusahaan yang terdata telah  membuat persyaratan dan berita acara untuk langsung segera membayar sebagai wajib pajak alat berat dan permukaan air yang perusahaan itu gunakan,” tegasnya.

Ditambahkannya, sesuai perda yang ada perusahaan tidak taat pajak akan diberikan sanksi administratif berupa pencabutan izin sementara kalauda sanksi pidana akan diserahkan kepada kepolisian.

“Ada perusahaan di Muara Enim belum kami datangi karena keterbatasan waktu. Selanjutnya kita akan lanjut ke Kabupaten Lahat untuk melakukan pendataan,” tutupnya.