Detak-Palembang.Com
PALEMBANG – Berdasarkan SK Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Komandan Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Dansatgas Karhutla) ditunjuk Kol Inf Iman Budiman yang juga merupakan Komandan Korem 044/Gapo menggantikan Kolonel Kunto Arief Wibowo.

Kol Inf Iman Budiman mengatakan SK Gubernur menyatakan mulai tanggal 1 Februari hingga 31 Oktober 2018, Sumsel siaga karhutla. Juga berdasarkan SK Gubernur ada struktur organisasi satuan tugas kebakaran hutan dan lahan, yang memuat nama-nama dan tugasnya masing-masing.

“Satgas ini merupakan tindak lanjut dari MoU antara TNI dan Berbagai Kementerian. Lebih rinci lagi sudah ditanda tangani Maklumat antara Kodam, Pemerintah Provinsi serta Polda Sumsel,” ungkap Iman Budiman usai Rakor Siaga Darurat Karhutla di Kantor BPBD Sumsel, Selasa (17/04).

Lanjutnya, ia mengambil langkah untuk mengumpulkan semua unit dan stake holder yang ada untuk mendengarkan perintah pelaksanaan operasi tahun ini serta mengambil imput  dan masukan dari satuan bawah untuk menyempurnakan kerja kedepannya.

“Karena operasi karhutla gabungan dan terpadu, antara TNI, Polri dan sipil maka menjadikan konsep operasi ini menjadi unik. Unik karena prosedurnya sangat berbeda dengan militer namun keorganisasiannya seperti komando,” jelasnya.

Setelah tiga tahun terakhir melaksanakan operasi gabungan terakhir yang melibatkan pihak asing maka, pihaknya akan mengatur SOP nya untuk pihak asing yang beroperasi di Sumsel.

Pada kesempatan yang sama Wadan Satgas Siaga Karhutla, Iriansyah mengatakan, terdapat 4 daerah rawan Karhutla di Sumsel yakni Kabupaten OKI, Kabupaten Ogan Ilir, Kabupaten MUBA, dan Kabupaten Banyuasin.

“Lahan gambut terluas berada di Kabupaten OKI, di mana 60 persen lahan gambut tersebut berada di wilayah konsesi Perusahaan Asia Pulp and Paper (APP) di Kabupaten OKI. Untuk itu, pihak APP sudah melakukan berbagai langkah antisipasi pencegahan Karhutla mulai dari kelengkapan fasilitas hingga pendanaan,” katanya.

Iriansyah menyampaikan bahwa saat ini fokusnya pada empat kabupaten tadi..Rakor ini untuk mensinergikan seluruh komponen untuk mengatasi karhutla jangan sampai mengganggu kegiatan Asian games pada bulan Agustus 2018 nanti.