Detak-Palembang.com PALEMBANG – Permasalahan sanitasi yang buruk menjadi permasalahan yang penting. Di mana hal tersebut berpengaruh pada Pendapatan Domestik Bruto (PDB) nasional 2-3 persen. 

Hal ini diungkapkan oleh Counsellor For Infrastruktur and Economic Governance DFAT Australian Embassy Bridie Rushton pada Social Marketing UPT Pal Kota Palembang Dalam Mendukung Mewujudkan Akses Universal 100-0-100 di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang, Rabu (7/2).

Hal tersebut tidak hanya berpangruh terhadap itu saja, namun sanitasi yang buruk juga berdampak terhadap kesehatan terutama anak-anak karena menjadi penyebab penyakit diare akibat lingkungan yang tidak sehat.

“Walikota Palembang Harnojoyo bekerja sangat baik dan memiliki interest yang tinggi untuk meningkatkan sanitasi di Palembang. Salah satunya adalah mencegah akibat dari sistem sanitasi yang tidak baik yang menyebabkan terganggunya ekonomi masyarakat dan juga menimbulkan penyakit diare yang saat ini menjadi salah satu penyakit mematikan di Indonesia dan terganggunya pertumbuhan anak-anak karena terkena penyakit stunting,” jelasnya dalam bahasa Inggris usai diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.

Karena itu pihaknya sangat bangga dapat bekerjasama dengan Pemkot Palembang yang sangat konsen untuk memperbaiki sistem sanitasi yang buruk di Kota Palembang. Dimana, hal itu dapat dilihat dari bentuk suport mereka terhadap program yang dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk menciptakan sanitasi yang baik lagi

“Sudah dari 2013 kami bekerjasama dengan Pemerintahan Indonesia, khususnya Palembang. Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Sei Selayur adalah langkah awal terkait suport kami terhadap komitmen Pemerintah daerah terkait sistem sanitasi yang dibangun,” jelasnya.

Walikota Palembang Harnojoyo menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Australi yang mendorong Pemkot Palembang untuk memperbaiki sanitasi kebersihan. “Ini komitmen kita bagaimana mengurangi wilayah kumuh dengan lingkungan yang tidak sehat,” jelasnya.

Selain itu harap Harnojoyo, Palembang masih bisa mendapatkan dana hibah lainnya dari Pemerintah Australia untuk pembangunan infrastruktur yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat. Apalagi dalam waktu dekat Palembang akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Asian Games.

“Mungkin Pemerintah Australia bisa memberikan hibah alat kebersihan seperti mesin penyapu jalan yang lebih efisien dalam menagtasi sampah di Palembang,” jelasnya.

Diketahui, acara ini sebagai tindak lanjut dari kerjasama sebelumnya antara Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dengan Pemerintah Australia mengenai pembangunan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) dalam rangka memberantas wilayah kumuh di Kota Palembang, Pemerintah Australia memberikan hibah langsung senilai Rp 450 miliar kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk pembangunan IPAL skala perkotaan.