Detak-Palembang.com Palembang – Pendiri dan Pembina Rumah Tahfiz Al Husni, H.M. Husni Thamrin, bisa berbangga melihat 50 santri yang masih duduk di bangku sekolah dasar diwisuda. Sebelum diwisuda Santri dengan gigih dan tekun menghafalkan ayat ayat suci al quran hingga 1 dan 2 juz. Proses wisuda di laksanakan di Komplek Kenten Permai 2 Kelurahan Bukit Sangkal Kecamatan Kalidoni  Palembang,  

“ Ini merupakan bentuk kepedulian kita kepada para penerus generasi bangsa, yang juga merupakan mutiara di mata Allah, dan tentunya kita harus bangga dengan capaian mereka meski baru menghafal 1 dan 2 juz al quran” ujar Husni Thamrin, saat dibincangi awak media, Selasa (09/10).

Selain itu juga, menurut Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Sumatera Selatan ini, penting untuk menanamkan basis agama sejak usia dini, membaca, menghafal dan mengamalkan al quran, sehingga mereka tahu batas-batasan yang baik dan buruk.

“ Harapan saya selaku pembina dari Rumah Tahfiz Al Husni, kepada mereka yang diwisudah kemarin untuk terus melanjutkan ke jenjang hafalan yang lebih tinggi lagi,” ungkapnya.

Dijelaskannya bahwa untuk saat ini santri yang terdaftar di Rumah Tahfiz Al Husni sebanyak 390 santri baik putra maupun putri.

“kebanyakan para santri ini dari berbagai kelurahan seperti kelurahan bukit sangkal, kelurahan 8 ilir, kelurahan Sako dan mereka (santri) ini tidak mondok, mereka pulang pergi, dalam satu hari dibagi empat kelas, ada yang pagi, sore dan malam hari, dan rumah tahfiz al husni ini hakikatnya tidak memungut biaya (gratis) dari para santri,” jelasnya

Husni Thamrin mengucapkan terimah kasih kepada keluarga para santri, yang telah yakin dan percaya menitipkan anak dan cucunya untuk belajar membaca, menghafal al quran di rumah Tahfiz Al Husni.

“ Secara pribadi dan selaku pembina dari rumah Tahfiz Al Husni, saya mengucapkan terima kasih kepada para keluaraga santri, yang telah mempercayakan anak atau cucunya untuk belajar membaca dan menghafal Al Quran di tempat kita,”tutupnya.

Sementera itu, ketua pengurus harian rumah Tahfiz Al Husni, Ustadz Khoiril Amin, mengatakan dengan digelarnya wisudah ini, dapat menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk terus meningkatkan hafalannya dan diharapkan agar para santri ini menjadi hafiz dan hafidzo.

“Santri disini diwajibkan dalam satu hari minimal mampu menghafalkan satu ayat al quran, sehingga kedepan kita mampu melahirkan  bibit bibit penghafal quran” terang ustad Khoirul Amin, Rabu (10/10).

Ditambahkannya, ini memang wisudah perdana santri dari rumah Tahfiz Al Husni, namun kita kedepan mengagendakan minimal dua tahun sekali kita akan melakukan wisudah kepada para santri yang telah mampu menghafal ayat-ayat al quran.

“ insyalllah kedepannnya kita merencanakan minimal dua tahun sekali kita akan melakukan wisudah terhadap santri-santri yang telah menghafal quran” ujarnya mengakhiri.