Detak-palembang.com PALEMBANG – Menjaring aspirasi, menampung keluhan dan mengawasi pembangunan menjadi tugas anggota dewan. Untuk mengefektifkan tugas legislator perlu satu terobosan,  mengingat luas wilayah dan banyaknya anggota masyarakat yang menjadi tanggung jawab setiap terhadap masyarakat. 

Anggota DPRD Kota Palembang daerah pemilihan (dapil) Kecamatan Sako, Kalidoni dan Sematang Borang, membuat suatu langkah efektif guna menampung aspirasi masyarakat. Pomi Wijaya anggota Fraksi Partai Demokrat menyiapkan rumah aspirasi bagi warga dibawah pemilihannya.

“Alhamdulilah kurang lebih setahun setengah, Saya telah membuat rumah  aspirasi, agar masyarakat dapat menyampaikan keluhan, dan saran,”ucap H. Pomi Wijaya anggota Komisi II ini.

Dijelaskannya, Luasnya dapil, disertai dengan keterbatasan waktu untuk betatap secara langsung kepada masyarakat yang mendasari dibuatnya rumah ini.

“Dapil 2 wilayahnya luas, 3 Kecamatan dan 13 Kelurahan. Yang jelas, Saya ingin menghilangkan jarak antara rakyat dan wakilnya,”tegasnya

Menurutnya cara ini sangat efektif untuk berkomunikasi dengan masyarakat di daerah pemilihannya.

“Mengingat waktu reses sangatlah pendek dan hanya 2 sampai 3 kali dalam setahun. Maka rumah aspirasi menjadi solusi komunikasi saya dengan konstituen. Dengan rumah aspirasi ini artinya kami peduli dan memberi solusi, “ imbuhnya.

Semenjak dibukak lanjutkannya, telah banyak masyarakat yang datang, menyampaikan apa yang menjadi keinginan serta harapannya. Dalam sehari min 10 orang yang datang, Kebanyakan aspirasi yang disampaikan mengenai perbaikan disertai penerangan jalan, drainase, sampai bertanya bagaiman pengajuan bantuan UKM

“Silakan datang, kapan saja. Hari biasa dibukak setelah jam kantor, tetapi bila hari libur mulai dari jam 10 pagi. Kita juga menyampaikan program – program Pemkot Palembang seperti tahun 2017 program pemberian bantuan kepada 1000 UKM dan tahun 2018 ditambah menjadi 3000,”terangnya

Selain itu juga ditambahkannya, Setiap bulanya rumah aspirasi ini memberikan bantuan 2kg gandung, 2 kg minyak sayur, 20 kg beras, dan 2 kg gula untuk anak yatim.

“Kita juga rutin menggelar pengajian setiap bulannya,”pungkasnya.