Detak-Palembang.com COX’S BAZAAR – Di hari pertama Idul Fitri, selain merayakan hari kemenagan dengan suka cita, ratusan ribu masyarakat Rohingya di pengungsian Cox’s Bazaar, Bangladesh, mereka menggelar aksi unjuk rasa secara damai, Sabtu (16/6).

Awalnya warga Rohingya melaksanakan shalat Id di masjid kamp pengungsian Kutupalong pada Sabtu pagi waktu setempat.

Setelah itu, ratusan dari mereka kemudian melakukan unjuk rasa selama satu jam dengan membawa berbagai spanduk dan poster.

Mereka meneriakkan berbagai slogan seperti kewarganegaraan bagi Rohingya, merepatriasi Rohingya ke Myanmar secara layak, dan jaminan keamanan dari PBB.

“Kami juga meminta agar ada perwakilan Rohingya pada kesepakatan repatriasi,” ujar pemimpin komunitas Rohingya, Mohammad Mohibullah.

Lebih lanjut, ini merupakan Lebaran pertama yang dilakoni oleh komunitas Rohingya sejak mereka mengungsi ke Bangladesh.

Sekitar 700.000 orang Rohingya meninggalkan Rakhine pada 25 Agustus  2017 ketika militer Myanmar menggelar operasi militer untuk memburu teroris.

Rahim Uddin menyatakan, meski terasa berbeda dibanding tahun lalu, dia mengaku tetap bersyukur masih bisa merayakan Idul Fitri.

“Setidaknya, kami mempunyai tempat yang damai untuk kami tinggali sehingga bisa merayakan. Kami bisa pergi ke masjid tanpa gangguan. Kami bersyukur pada Tuhan,” tutur pria 35 tahun itu.

Dua orang pengungsi di Kutupalong, Manu Mia dan Gul Meher, memilih untuk berkorban sehingga anggota keluarga yang lain bisa merayakannya.

Dia memilih untuk menjual jatah makanannya di pasar setempat sehingga bisa membelikan anaknya baju baru.

Sementara Gul, nenek 80 tahun, membuatkan keluarganya hidangan mie bernama semai untuk putra serta keempat cucunya.

“Saya merasa sangat bahagia meski semai yang saya buat jumlahnya sangat sedikit. Hanya cukup untuk cucu-cucu saya,” ujar Gul.