Detak-Palembang.com – Bismillahhirohmanirahim, Arisan adalah mubah (boleh). Transaksi yang berlaku didalamnya serupa dengan transaksi utang piutang bahkan pada hakikatnya adalah utang piutang. Sedang berutang adalah mubah hukumnya.

Karena arisan masuk dalam kategori utang piutang maka syarat yang berlaku padanya diantaranya

  1. Seluruh peserta arisan mendapat hak yang sama, sama dalam jumlah penyetoran dan sama pula dalam jumlah penerimaan.
  2. Tidak boleh ada seorangpun mendapat tambahan manfaat dan juga tidak boleh ada seorang pun yang dirugikan.

Jika aturan ini dilanggar, maka berlakulah transaksi riba didalamnya.

Ibnu Qudamah rahimahullah berkata, “yang didalamnya dipersyaratkan ada tambahan maka itu adalah haram. Hal ini tanpa diperselisihkan oleh para ulama.” — (Al-Mughni, 6:436), Ust. Muhammad abduh tuasikal))

Dari Abdullah bin Sallam radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan, “Apabila kamu mengutangi orang lain, kemudian orang yang diutangi memberikan fasilitas kepadamu dengan membawakan jerami, gandum, atau pakan ternak maka janganlah menerimanya, karena itu riba.” — (HR. Bukhari 3814).

Sekarang arisan banyak banget macamnya, dan beberapa ada ribanya.

  1. Arisan Emas

Syarat jual beli emas harus cash, dalam 1 majelis. Jadi jelas yaaa arisan emas dengan mengumpulkan uang dan mendapat emas ini riba.

solusinya : kumpulin uang aja dulu, kalau sudah cukup beli emas sdri ketoko emas

Atau arisan emas dengan pembayaran emas, misal arisan 10org mendapatkan 10gr emas, maka masing-masing anggotanya menyerahkan emas 1gr

  1. Arisan Barang

Kebanyakan dari alat dapur sampai elektronik ada arisannya. Biasanya setelah uang terkumpul, baru dibelikan oleh admin/pemilik arisan.

Jadi syaratnya arisan barang, solusinya:

* Barang disediakan sebelum arisan, sehingga barang siap dijual.

(Jadi tidak boleh, dapat uangnya baru dibelikan barangnya)

* Uang diterima terlebih dahulu kemudian nanti diberlakukan jual beli, selesaikan satu akad hutang piutangnya, kemudian jual beli

  1. Arisan dengan syarat, denda dan bayar admin

Arisannya mmg flat(tiap bulan bayar seluruh anggotanya sama, misal 100rb/ bln)

Tapi disini para admin atau pemegang arisan mensyaratkan jika yang dapat pertama harus admin, bayar admin setiap bulan misal 20rb, dan ketika ada yang mndptkan arisan jadi bayar sebagai uang lelah/fee kepada admin/pemegang arisan.

Belum lagi denda ketika telat bayar, misal japo tgl 10 tiap bulan, dan ada denda 5rb/hr sampe dia bayar..

Ini riba, karena hutang uang ketika hutang 100rb bayar 100rb, tidak ada lebihnya, lebihnya riba, karena uang termasuk barang ribawi.

Solusinya :

– arisan flat, tanpa tambahan bayar admin dan denda

  1. Arisan plus makan2

Biasanya jika arisan tiap bulan, yang terkena arisan menyediakan makanan dan minuman, padahal kita tau semua berhutang, dan orang-orang yang berhutang tidak boleh mengambil manfaat kepada orang yang dihutangi, walau hanya menggonceng pada motornya.

Solusinya :

– makan dan minum bss alias bayar sdri2, bisa dengan mengumpulkan khusus untuk makan+minum, disesuaikan budgetnya.

  1. Arisan menurun

jadi setiap anggota bayarnya berbeda, bayar admin dan denda ktk telat bayar dr japo

setiap member (peserta) menyetor jumlah yang berbeda. Semakin lama giliran, semakin kecil jumlah setoran. Member yang menduduki urutan teratas membayar lebih banyak daripada member dibawahnya, tetapi dia yang mendapat giliran narik terlebih dahulu, dan kebanyakan yang giliran narik pertama adalah sang pengurus/admin

Misal hutng 5jtaan

Jadi anggotanya bayar

  1. 2jt
  2. 1,5jt
  3. 1jt
  4. 500rb

Jadi yg pertama bayar lebih banyak

2jt x 4 = 8jt

Yg terakhir bayar utg banyak

500rb x 4 = 2jt

Blm lagi bayar admin, dan denda ktk telat bayar.. ini riba

Padahal syarat hutang piutang hutang itu dibayar sama dg jumlah yg dihutang dan tdk boleh mengambil manfaat.

Solusinya:

Anggota bayar flat, tanpa bayar admin dan denda

“Allah memusnahkan riba dan menumbuh-kembangkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan selalu berbuat dosa.” — (Al-Baqarah: 276)

“Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” — (Al-Baqarah): 279