Ilustrasi UMK (IST)
Ilustrasi UMK (IST)

DETAK-PALEMBANG.COM, PALEMBANG – Perekrutan ratusan tenaga Pendamping Peningkatan Ekonomi Pertanian (PPEP), akan dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel).

Para tenaga PPEP yang direkrut, mulai dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Diploma-III (D-III) hingga Strata-1 (S1).

Namun sayang, Pemprov Sumsel melalui Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultural Sumsel, hanya bisa memberi gaji dengan jumlah di bawah Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

Sekretaris Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sumsel Ahmad Wazri mengatakan, jika mereka butuh sekitar 400-an orang tenaga pendamping.

“Untuk PPEP ini kalau lulusan yang S1 gaji nya Rp 2 Juta dan yang lulusan SMK hingga D3 gaji nya Rp 1,5 Juta,” ucapnya, di Kantor Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sumsel, Senin (23/8/2021).

Salah satu faktor gaji tenaga PPEP di bawah UMK, karena dananya sangat terbatas. Sehingga mereka bisa menyalurkan dana semampunya.

Selain UMK, dia mengakui tenaga PPEP tidak mendapatkan tunjangan atau fasilitas apapun. Namun nantinya akan berproses untuk diberikan fasilitas lainnya.

Untuk itu diharapkan juga peran serta dari Pemerintah Kabupaten/Kota, seperti memberikan biaya operasional (BOP).

Dana tersebut terserap dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumsel. Namun, dirinya berjanji akan membahas lagi soal upah, jika anggarannya sudah mencukupi.

“Termasuk akan dipikirkan yang lainnya juga,seperti BPJS Ketenagakerjaan, insentif beras dan lain-lain,” katanya.

Dia menuturkan, tenaga PPEP akan ditempatkan di kabupaten/kota, maka diharapkan pemerintah kabupaten/kota juga turut berperan serta.

Wazri melanjutkan, kebutuhan tenaga pendamping penyuluhan masih dibutuhkan banyak. Sebab idealnya untuk satu desa, dibutuhkan satu orang tenaga pendamping penyuluhan.

“Kalau ada 3.238 desa artinya minimal butuh segitu. Namun saat ini untuk total yang kita punya tidak hanya PPEP tenaga pendamping lainnya totalnya baru 2.700, artinya masih kurang,” katanya.

Tugas tenaga PPEP sendiri, yakni budidaya, pasca panen dan sampai pengolahan hasil. Tidak bedah jauh dengan teman-teman penyuluh.

“Apapun kegiatan yang dilakukan dinas, Pemprov maupun kementrian di support oleh PPEP. Kalau yang lulus seleksi nanti akan diberikan pembekalan, sebelum akhirnya diturunkan ke lapangan. Ini kan rata-rata anak muda, maka perlu diberikan pembekalan,” ucapnya.

Menurut Wazir dari 17 Kabupaten/Kota untuk wilayah yang masih membutuhkan PPEP seperti Empat Lawang, Palembang, OKI, OKU Timur, OKU Selatan dan daerah lainnya.