Detak-Palembang.com PALEMBANG – Beredar informasi dimedia sosial bahwa registrasi kartu prabayar merupakan akal-akalan dari operator seluler mendapat tanggapan dari  Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia (Kemenkominfo-RI), Rosarita Niken Widiastuti.

Dikatakan Rosarita Niken Widiastuti bahwa Registrasi kartu prabayar bayar merupakan kebijakan Kemenkominfo-RI.

“Semua pemilik kartu prabayar diminta untuk registrasi kartu prabayarnya dengan menyertakan NIK dan No KK,” jelasnya di Auditorium Bina Praja, Jumat (03/11).

Ia menambahkan, bahwa tujuan dari registrasi kartu prabayar untuk melindungi keamanan media digital ataupun keamanan kartu prabayar.

“Sekarang marak tindakan penipuan ataupun kejahatan siber. Misalnya anda menang undian Rp100 juta tapi harus membayar pajak 15 persen berarti harus setor 15 juta, lainnya mama minta pulsa dengan registrasi melindungi masyarakat dari penipuan itu. DenganRegistrasi maka  tidak dapat memalsukan identitas,” ungkapnya.

Mengenai kekhawatiran akan kerahasian data pribadi  yang ada di operator ia mengatakan itu hanya data nomor tidak ada nama, alamat,  nomor handphone, usia dan lain sebagainya. Semua data itu ada di Dinas Kependudukan dan Catatan sipil sementara di operator hanya nomornya saja.

“Juga tidak menggunakan pulsa atau gratis untuk registrasi, kalau masih tersedot pulsa  dapat melaporkan kepada operator selular yang bersangkutan,” tutupnya.