Detak-Palembang.com MUARADUA – Realisasi penerimaan dari pembayaran pajak daerah Kabupaten OKU Selatan sebagai salah satu sumber PAD pada akhir tahun ini sudah mencapai lebih dari 70 persen.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten OKU Selatan Natalion, S.SST kepada detak-palembang.com usai dirinya mengikuti rapat paripurna di Sekretariat DPRD setempat, Selasa (07/11) siang.

Target pendapatan dari sektor pajak dan retribusi tahun 2017 adalah 43 Milyar rupiah.

“Lebih dari 70 persen yang sudah tercapai pada saat ini, yang terbesar adalah bersumber dari pajak galian mineral bukan logam atau galian C, kemudian disusul pajak restoran dan pajak penerangan jalan serta PBB,” papar Natalion lebih lanjut.

Khusus untuk PBB sambung dia, baru tercapai lebih dari 1 M dari target 2,7 M.

Untuk pajak dari dana desa yang bersumber dari APBN, pria alumni IPDN itu menyatakan bahwa pajak tersebut akan segera diambil setelah pencairan dana desa tahap ke dua nanti.

Untuk teknisnya, pihaknya masih berkoordinasi dengan BPMPD dan semua camat, adapun mengenai sosialisasi kepada para kades dia mengaku sudah dilakukan juga.

Untuk penghitungan pajak tersebut, BPPRD masih melakukan penghitungan, dan dalam dua atau tiga hari ke depan ditargetkan sudah selesai.

Dinyatakannya juga bahwa pada tahun 2018 target pendapatan dari sektor pajak menurun dibandingkan tahun 2017 ini.

Penurunan itu salah satunya dari sektor kesehatan, dimana dulunya setiap pasien yang akan berobat selalu membayar saat mendaftar, nanti tidak ada lagi pembayaran karena sudah dicover oleh program nasional Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).