Detak-Palembang.com PALEMBANG – Ribuan  umat Islam yang tergabung dalam Aliansi Muslim Nasional (Almunas) 212 Sumsel, melakukan Aksi Damai di seputaran Masjid Agung Jalan Jenderal Sudirman, Jum’at, (03/02). Aksi Damai 302 merupakan reaksi keras yang timbul dari umat Islam yang terus menerus dipojokan dan dihina. 

Bahkan kasus terakhir penghinaan terhadap ulama kharismatik, ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang sekaligus Rais Am Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PB NU) KH. Ma’ruf Amin oleh Basuki Tjahya  Purnama (BTP).  Penghinaan yang terjadi dalam kesaksian di pengadilan Penistaan Agama Islam Oleh BTP menuai reaksi keras dari umat  Islam.

“Umat Islam jangan mau di adu domba, jangan mau diprovokasi, jangan mau dipecah bela oleh satu orang, NKRI Harga Mati!,” pekik  Sekjen FPI Sumsel Habib Mahdi Muhammad  ketika membuka orasi di depan ribuan masa umat Islam yang diteruskan dengan takbir dan melantunkan lagu Indonesia Raya.

Ketua Majlis Peduli Umat Rasulullah (Maspuro) Abdullah Taufik dalam orasinya mengatakan hari ini kita berkumpul untuk  membela agama Islam, tidak membela agama lain.

“Aksi hari ini merupakan aksi untuk membela agama Islam dan membela ulama, bukan membela agama lain tapi agama Islam mengajarkan agar umat Islam menghormati agama lain,” ucapnya.

Ia melanjutkan, umat Islam diajarkan untuk mencintai Ulama, mencintai Al-qur’an dan melindungi agama dari musuh yang mau merusak.

“Umat Islam siap menumpahkan darah jika agama dirusak, Alqur’an dihina, dan Ulama singkirkan,” ucapnya.

Sementara itu Perwakilan Aliansi Pengacara dan Advokad Muslim Sumsel Elman Kuano menyampaikan hal yang kondisi terkini, Umat Islam terus menerus diserang dan di adu domba.

“Musuh umat Islam ada dua, pertama PKI dan antek-anteknya dan kedua orang Islam yang menghianati agamanya. Jika sehelai rambut Ulama jatuh, Umat Islam siap menumpahkan darah. Habib Rizieq disingkirkan, Umat Islam akan siap menumpahkan darah,” ujarnya.