Detak-Palembang.com PALEMBANG – Pelatih Sriwijaya FC (SFC) Rahmad Darmawan memiliki segudang pengalaman di dunia sepakbola Tanah Air.

Nah selama menjadi pelatih di T-Team klub Malaysia Rahmad Darmawan. Ternyata mengaku banyak mendapatkan ilmu kepelatihan bagi pribadinya. Tentunya hal itu lantas akan diterapkannya saat memimpi derasnya kompetisi musim depan di kasta tertinggi Indonesia 2018.

“Jujur banyak sekali ilmu yang saya dapat selama jadi pelatih disana. Yang baik akan saya terapkan pastinya,”kata Pelatih Sriwijaya FC (SFC) Rahmad Darmawan.

Maksud RD yang baik tersebut dikatakanya ada juga sisi buruk yakni positif dan negatif pola sepakbola Malaysia dan Indonesia. Tapi sisi baik dan buruk itu tak bisa diungkapkannya.

“Ada juga plus minusnya, apa itu! Tidak mungkin saya ucapkan karena tak elok. Tapi pastinya sisi positif disana akan saya terapkan di SFC,”ucapnya.

Ia sendiri sangat paham melatih di Indonesia desakan fans sangat besar. Bahkan banyak pelatih sampai berkelahi dengan wasit karena desakan fans agar tim jangan sampai kalah disetiap laga.

Nah mungkin ini sisi negatif di Indonesia. Namun sebaliknya RD sangat menyukai kondisi tersebut. Alasan dia menerima kembali Laskar Wong Kito karena ekspetasi tinggi masyatakat Sumsel itu menariknya kembali pulang ke Palembang.

Apa lagi klub yang dibawahnya ini, pernah menjadi raksasa di Liga Super Indonesia (LSI) dengan rentetan gelar di dapatkan RD bersama Laskar Wong Kito di tahun emas nya 2017-2010.

“Memang desakan fans sangat besar di Indonesia tidak seperti Malaysia. Tapi saya kembali tertantang kembali ke Indonesia. Makanya saat SFC menawarkan saya kembali hanya bertemu 15 menit semua selesai. Apa lagi saya sudah lama tinggal di Palembang sudah seperti pulang kampung,”ujar pelatih asal Metro Lampung ini.

Terakhir, dia melatih klub asal Malaysia, T-Team yang mampu selamat dari jurang degradasi dan bertengger di urutan ke-9 klasemen akhir. Namun sangat disayangkan, pihak Kerajaan Terengganu membubarkan T-Team dengan alasan efisiensi biaya karena Terengganu FC I lolos ke Liga Primer Malaysia.

Merasa tidak senang dengan keputusan Kerajaan Terengganu, Rahmad Darmawan pun memutus kontraknya dan kembali ke Indonesia. Meskipun prestasi RD buruk di klub lain, namun para fans sepertinya yakin. Dengan gonta ganti pelatih di Liga 1 terdahulu, RD lah sosok yang bisa membangunkan prestasi elang andalas dari tidur pulasnya.