Detak-Palembang.com PALEMBANG – Debat publik pasangan calon (Paslon) gubernur dan wakil gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) yang semula tanggal 22 Juni i 2018 dimajukan sehari menjadi tanggal 21 Juni 2018 .

Komisioner KPU Sumsel Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat Ahmad Naafi kepada wartawan menambahkan, jadwal debat publik dimajukan karena sesuai arahan KPU RI debat publik sebaiknya digelar seminggu sebelum hari pencoblosan dan disiarkan di televisi agar seluruh masyarakat hingga pelosok bisa menyaksikan.

“Persoalannya, yang menggelar Pilkada Provinsi bukan Sumsel saja dan semuanya butuh publikasi di televisi nasional dalam waktu yang hampir bersamaan. Kita sengaja merubah jadwal, untuk efektivitas. Karena pada jadwal sebelumnya, berbarengan dengan Debat Publik provinsi lain seperti jabar,” jelasnya usai Rapat Koordinasi di Kantor KPU Sumsel, Senin (08/04).

Rakor yang dipimpin Ketua KPU Aspahani selain menyepakati debat publik yang dimajukan sehari juga menambah titik-titik pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) Pilkada Gubernur Sumsel 2018.

Aspahani mengatakan,  ada tiga kesepakatan yang dihasilkan dalam Rapat Koordinasi Kampanye Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel.

“Pertama, jadwal debat publik yang sebelumnya 22 Juni dimajukan jadi 21 Juni 2018, kemudian titik pemasangan APK ditambah, dan mengakomodir rekomendasi Bawaslu terkait pelaksanaan kampanye,” ungkapnya.

Aspahani menambahkan, rekomendasi dari Bawaslu, diantaranya jumlah Baliho di posko pemenangan, disepakati untuk posko tingkat kabupaten 5, posko tingkat kecamatan dan desa/kelurahan masing-masing 1.
Kemudian, batasan jam kampanye pertemuan terbatas yang disesuaikan dengan peraturan daerah masing, biasanya tidak melebihi pukul 22.00 WIB.

“Biaya pemasangan dan pencopotan APK dibebankan pada pasangan calon. Tim Paslon diberi kewenangan menggandakan APK sebanyak 150 persen, silahkan laporkan ke kami berapa banyak penambahannya dan silahkan diusulkan titik pasangnya. Selagi bukan pada tempat yang dilarang, silahkan pasang di mana saja, untuk itulah kita perlu berkoordinasi agar tidak salah langkah,” tutupnya.