Raja Adil Siregar, wartawan detik.com Palembang


Detak-Palembang.com PALEMBANG – Raja Adil Siregar, wartawan detik.com kecewa dan merasa dilecehkan Keren dianggap masalahnya sudah selesai di meja makan. Menurutnya, hingga saat ini persoalan terkait perbuatan tidak menyenangkan  menghalangi halangi tugas wartawan oleh Bodyguard Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) kemarin, belum ada penyelesaian.

Sampai hari ini, Minggu (11/11/), secara kelembagaan dari pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, belum ada penyelesaian maupun permintaan maaf kepada dirinya. Kalaupun ada itu disampaikan secara pribadi, baik oleh Kabag Humas Pemprov Sumsel, dan salah satu orang dekat Gubernur Sumsel yang diketahui menjabat staf khusus bidang Media.

“Jadi jika dikatakan mereka sudah melakukan permintaan maaf, apalagi disebutkan selesai di meja makan, hingga saat ini belum selesai. Hanya saja, dari pribadi, baik yang disampaikan Bang Oji maupun bang Iqbal (Kabag Humas Pemprov Sumsel) juga dia menyampaikan secara pribadi,” ungkap Raja di sekretariat AJI Kota Palembang. 

Raja menerangkan, apa yang dilakukannya saat ini bukan untuk membesar-besarkan persoalan. Hanya saja, hal itu harus diluruskan, apalagi sampai disebutkan persoalan tersebut sudah selesai di meja makan.

Karena, apa yang disampaikan, membuat dirinya tersudut dan berkembang kebeberapa kesalahan dirinya, mulai dari tidak pakai ID Card (Tanda Pengenal), dan beberapa alasan lain, seperti pakai jaket hitam, baru hadir saat acara.

“Kita menyayangkan statement terakhir bahkan di beberapa group WA dan akun sosmed pribadi, jika itu sudah selesai dan disebut selesai di meja makan, dan seolah-olah saya dalam posisi yang salah,” ucapnya.

Menurut Raja, apa yang disampaikan oleh salah satu staf khusus Gubernur tersebut, tidak sesuai dengan fakta dilapangan. Dimana, sebelumnya yang bersangkutan mengatakan, meminta maaf dan akan melakukan evaluasi karena Bodyguard tersebut baru satu bulan. Kenapa sekarang berbeda dengan yang ia katakan kemarin.

“Jadi sekarang seolah-olah aku yang salah. Padahal saat Bang Oji minta maaf, disana sudah dibahas semua, dan dikatakan mengajak makan, adalah mengajak makan di tempat makan untuk kegiatan Sampoerna, dan tidak ada Gubernur, maupun Bodyguard yang sudah melakukan perbuatan tidak menyenangkan kepada saya. Bahkan, yang lebih dulu meminta maaf adalah orang Sampoerna, harus tau itu,” bebernya.

Sebelumnya, Keributan jurnalis dengan pengawal pribadi (walpri) kembali terjadi, kali ini walpri Gubernur Sumsel Herman Deru terlibat bentrok dengan Raja Adil Siregar salah satu jurnalis detik.com pada Sabtu (10/11/18) kemarin saat kegiatan PT Sampoerna di Palembang Trade Center (PTC).

Dimana, kronologi keributan dirinya dengan staff pengawal pribadi Gubernur Sumsel saat dirinya hendak wawancara dengan Gubernur Sumsel terkait UMKM di Sumsel. Karena kondisi yang sempit Raja sempat minta izin dengan walpri berpakaian safari hitam lengkap.

Bukan mendapat izin, Raja justru dihalangi dan didorong oleh salah satu pengawal berbadan besar dan tegap, hingga terjadi keributan usai dirinya mewawancarai Gubernur.

Berikut klarifikasi dari Staff Khusus bidang media dan Komunikasi.

Klarifikasi berita walpri gubernur lecehkan wartawan..

Sebenarnya tidak ada keributan. Hanya salah paham  biasa dan sudah selesai. Habis acara saya bersama para wartawan yang meliput acara SRC Expo 2018 di PTC, Sabtu (10/11) termasuk wartawan detik.com Raja ngobrol dan makan siang bersama di salah satu resto di PTC. Dalam kesempatan itu atas nama gubernur dan walpri gubernur saya sudah menyampaikan permohonan maaf kepada wartawan detik.com Raja atas kekurangnyamanan itu.

Sebagai orang yang puluhan tahun pernah bekerja sebagai wartawan bagi saya peristiwa itu hanya insiden kecil lantaran kondisi acara yang sangat ramai. Sejumlah walpri yang bertugas mengamankan gubernur telah bekerja sesuai protap dan bukan menghalang halangi wartawan. Buktinya semua wartawan dapat melakukan wawancara dengan Gubernur Herman Deru dengan bebas dan sampai tuntas.
Mungkin lantaran berdesak desakan ada terjadi dorongan dorongan.

Pada saat acara  wartawan detik.com tidak mengenakan ID Card dan mengenakan jaket hitam yg langsung mendekati gubernur  yang sedang wawancara dengan sejumlah wartawan. Walpri menyangka itu bukan wartawan dan  berusaha mencegah..Sementara wartawan lainnya sdg wawancara dgn gubernur dgn bebas dan sampai tuntas

Klarifikasi ini saya sampaikan agar masyarakat mendapatkan informasi yang utuh. Bagi kami insiden ini tentu akan menjadi bahan evaluasi agar ke depan Gubernur dan wartawan sama sama dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan bersinergis.
Demikianlah klarifikasi kami sampaikan dan berharap semua pihak dapat memahaminya. Terima kasih
Bersatu Sumsel.Maju

Alfrenzi Panggarbesi
Staf khusus Gubernur Sumsel Bidang Media dan Komunikasi.