Detak-Palembang.com PALEMBANG – Kepulangannya ke Palembang, harus dibayar mahal oleh Denny Saputra alias Putra (37) tersangka kasus pengeroyokan yang mengakibatkan korban Johan Prenedos (31) meninggal dunia.

Pasalnya, baru beberapa hari pulang ke rumah ia diringkus Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polresta Palembang di kediamannya Jalan Tangga Takat, Kelurahan Tangga Takat, Kecamatan SU II Palembang.

Tersangka mengatakan, selama menjadi buronan anggota polisia dirinya bersembunyi di Provinsi Jambi dan bekerja di galangan kapal. “Saya baru beberapa hari di Palembang, dan ditangkap oleh polisi,” ungkap Putra ditemui di ruang piket.

Kepada petugas, tersangka mengakui perbuatannya. Ia menjelaskan kejadianya berawal ketika korban memarahi temannya Riki yang memarkirkan kendaraannya di depam rumah Johan. Riki pun pulang ke rumah mengambil pedang dan tombak.

“Iya, saya ikut mengeroyok korban karena diajak  oleh Riki dan Tata. Kejadiannya di dekat rumah korban, saya hanya sekali membacok di bagian kepala,” ujar pria yang memilik tato di lengan kiri ini.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit Pidum Iptu Azwan membenarkan pihaknya mengaman satu pelaku pengeroyokan berinisial D.

“Sudah lama kita cari, karena ikut aksi pengeroyokan. Dua temannya Riki dan Tata sudah ditangkap terlebih dahulu, akan kita jeras dengan Pasal 170 KUHP Jo Pasal 340 KUHP dengan ancaman seumur hidup,” pungkasnya.