Detak-Palembang.com PALEMBANG – Terdakwa Aulia Nasril Bin Abdul Naser Qolyubi memukul muka saksi Yeni Apriyanti sebanyak 2 (dua) kali, melihat hal tersebut selanjutnya saksi Karina Binti Herianto langsung keluar dari mobil dan berusaha menolong saksi Yeni Apriyanti dengan cara manarik tubuh terdakwa, kemudian terdakwa langsung mendorong badan saksi Karina hingga  jatuh ke aspal serta membenturkan kepala saksi Karina ke aspal. Diketahui terdakwa merupakan Honorer di Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Palembang.

Demikian diungkapkan Saksi Yeni Apriani dan saksi Korban Karina, dalam sidang ke dua kasus penganiayaan yang dipimpin Hakim Ketua Halim Efrata Happy Tarigan SH, di pengadilan Negeri kelas satu Palembang, Kamis (13/09).

Dalam persidangan saksi diungkapkan saksi Sherly BermulaPada Rabu  tanggal 06 Juni 2018 sekira Pukul 14.00 WIB di Bandara SMB II, saat saksi Sherly Binti Fredi dan Saksi Yeni Apriyanti Binti Heriyanto hendak menjemput saksi Karina Binti Heriyanto di Bandara SMB II Palembang dengan mengendarai mobil merk Mobilio BG 1727 UD di terminal kedatangan.

Tidak berselang lama lanjut Sherly saksi Karina  masuk kedalam mobil  dan langsung duduk di kursi tengah mobil sedangkan saksi Yeni Apriyanti mengendarai mobil dan Sherly sendiri duduk disebelah saksi Yeni Apriyanto.

“Kemudian saat mobil yang dikendarai saksi Yeni Apriyanti hendak keluar dari depan terminal kedatangan tiba-tiba mobil toyota Altis warna hitam No.Pol BG 1311 QG milik terdakwa Aulia Nasril Bin Abdul Naser Colyubi mundur mendadak hingga hampir mengenai mobil yang dikendarai saksi Yeni Apriyanti lalu secara spontan saksi Yeni Apriyanti langsung membunyikan klakson mobil hingga mobil terdakwa disuruh satpam bandara untuk pindah parkir, “ ujar Sherly dalam persidangan

Kemudian saat dijalan depan terminal mobil terdakwa dan mobil yang dikendarai saksi Yeni Apriyanti saling berkejaran dan saat itu saksi Sherly Binti Fredi  melempar kulit jeruk kearah mobil terdakwa sehingga mobil yang dikendarai terdakwa berhenti lalu saat mobil terdakwa berhenti tepat di samping mobil saksi Yeni Apriyanto.

Lantas terjadilah ribut mulut antara terdakwa dengan saksi Yeni Apriyanti dan saat itu terdakwa kesal dan emosi hingga meludahi muka saksi Yeni Aprianti sebanyak satu kali kemudian setelah itu terdakwa langsung pergi dengan mobil yang dikendarainya lalu karena tidak menerima diperlakukan seperti itu saksi Yeni Apriyanti langsung mengejar mobil terdakwa dan berhasil bertemu dengan mobil terdakwa di Parkiran  dekat masjid Bandara SMB II Palembang lalu saat bertemu terdakwa langsung turun dari mobil dan menendang bemper depan mobil saksi Yeni Apriyanti lalu saat saksi Yeni Apriyanti turun dari mobil kemudian terdakwa memukul muka saksi Yeni Apriyanti sebanyak 2 (dua) kali.

“Melihat hal tersebut  Karina langsung keluar dari mobil dan berusaha menolong saksi Yeni Apriyanti dengan cara manarik tubuh terdakwa, kemudian terdakwa langsung mendorong badan saksi Karina  hingga  jatuh ke aspal serta membenturkan kepala saksi Karina Binti ke aspal,” lanjut Sherly.

Sherly kemudia langsung keluar dari mobil   dan berusaha mengamankan terdakwa yang hendak kabur dengan cara menyetopkan mobil yang dikendarai terdakwa namun mobil yang dikendarai terdakwa berhasil meninggal lokasi tersebut.

Selanjutnya atas kejadian tersebut saksi Karina Binti Herianto yang sedang hamil muda, melapor ke Polsek Sukarami Palembang untuk di proses lebih lanjut.

Dalam dakwaannya Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan Bahwa  terdakwa Aulia Nasril Bin Abdul Naser Colyubi Pada Rabu  tanggal 06 Juni 2018 sekira Pukul 14.00 WIB di Bandara SMB II Kelurahan Talang Betutu Kecamatan Sukarami Palembang, melakukan penganiayaan yaitu kepada saksi korban  Karina Binti Herianto yang mengakibatkan satu buah bengkak yang berbentuk bulat di kening kiri disertai luka memar yang kemerahan, luka memar berwarna kemerahan berbentuk persegi panjang dan luka lecet tepat di lutut sebelah kanan sesuai dengan VISUM ET REPERTUM No. 210/VI/2018/RUMKIT pada tanggal 06 Juni 2018 yang ditanda tangani oleh Dr.Rizky Desmandia di  rumah sakit Bhayangkara Palembang.

“ Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam Pasal 351 Ayat (1)  KUHP, diancam hukuman penjara paling lama 2 tahun 8 bulan,” ujar M. Arief Budiman, SH, Jaksa Penuntut Umum.

Sebelumnya, terdakwa ini oleh jaksa penuntut umum (JPU) Arief terdakwa dijerat dengan pasal 351 ayat 1 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan orang lain luka-luka.

“ Nanti biarkan proses hukum yang berbicara. Kalau memang tidak bersalah, pasti dibebaskan, bila bersalah, tentu ada ganjaran pidana yang harus dijalankan oleh terdakwa,” tegasnya.

Ketua majelis hakim, Efrata Happy Tarigan mengungkapkan, sidang kali ini hanya beragendakan keterangan saksi baik saksi korban ataupun saksi yang pada saat kejadian berada di lokasi. “ Nanti setelah saksi dari pihak terdakwa, kita juga akan dengarkan keterangan dari pihak terdakwa. Dari situ kita bisa menilai dengan berdasarkan bukti pendukung lainnya,” ungkapnya.