Detak-Palembang.com PALEMBANG – Isu maraknya masyarakat Sumsel menyuarakan minimnya pemain binaan dan lokal Sriwijaya FC (SFC) di kompetisi Liga 1 yang diperdayakan bermain akhirnya di tanggapi manajemen.

“Kita juga akan upayakan untuk pemain binaan dan lokal Sumsel agar bisa ada jam terbang,” kata Plt Direktur Utama PT. Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Muddai Madang terkait maraknya protes dari masyarakat tersebut.

Muddai membenarkan protes masyarakat sangat beralasan penting. Lantaran munculnya pemain bintang di SFC juga harus seimbang dengan berkembang pemain binaan SFC dan lokal Sumsel.

“Kita juga harus memberikan ruang kepada pemain binaan dan lokal SFC agar mereka berkembang di klub. Apabila jarang dimainkan dan bahkan tidak main sama sekali sangat merugikan klub. Sebab kita juga harus memperhatikan potensi pemain pemain kita bersama klub,” ujar Muddai.

Pemain yang di maksudnya adalah Yogi Rahadian, Ichsan Kurniawan, Riszky Dwi Rahmadan merupakan pemain asli Sumsel.

Sedangkan pemain binaan PTSOM, Zalnando yang tidak sekalipun muncul di kompetisi Liga 1 musim ini.

Sedangkan hanya satu pemain binaan yang digunakan jasanya. Dia hanya Teja Paku Alam.

“Kita juga akan usahakan agar ini tidak lagi terjadi. Sebab potensi mereka juga sebenarnya tidak kalah dibandingkan pemain rekrutan yang baru,” pungkasnya.