Detak-Palembang.com PALEMBANG – Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  bukan hanya kaya akan sumber daya alam dari tambang namun juga dari hasil perkebunan. Komoditi hasil dari perkebunan seperti karet dan kelapa sawit menghasilkan devisa yang diekspor ke penjuru dunia.

Selain kedua komoditi perkebunan tersebut juga ada juga kelapa yang diminati negara lain. Ekspor kelapa menunjukkan peningkatan yang signifikan, bahkan pengiriman mencapai 70 kontainer, hal itu disampaikan Agus Yudiantoro, Kepala Dinas Perdagangan Prov Sumsel di ruang kerjanya, Kamis (19/10).

“Ekspor kelapa terus meningkat, hingga Rp1 triliun pertahun. Terbesar penghasil kelapa berasal dari Kabupaten Banyuasin, utamanya daerah jalur,” jelanya.

Lanjutnya, kelapa dari Banyuasin memiliki kualitas yang baik. Karena diminati pasar global bukan tidak mungkin kabupaten lain akan ikutembuat perkebunan kelapa.

“Saya yakin ekspor kelapa ini akan masuk 10 besar ekspor Sumsel. Memang saat ini masih pada posisi 12, karena setiap tahun meningkat , bukan tidak mungkin 10 besar akan tercapai,” ungkapnya.

Ditambahkannya, ekspor kelapa paling besar tujuan Negara  Thailand dan Tiongkok. Sementara pengiriman lokal hanya ke Jakarta.

“Industri luar negeri mempergunakan kelapa sebagai bahan dasar untuk pembuatan makanan, minyak, campuran kosmetik. Kita akan menjaga agar mutu kelapa tetap terjamin misalnya pada saat pengiriman tidak ada yang pecah, juga pengasapan agar menghilangkan hama,” tutupnya.