Detak-Palembang.Com PALEMBANG – Universitas Sriwijaya (Unsri) memberikan reward untuk riset dan publikasi pada jurnal yang memiliki reputasi. Hasil konsep yang dilakukan itu maka Unsri menjadi terbaik kedua dalam hal publikasi penelitian di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti).

Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaff, MSCE, Rektor Unsri mengatakan konsep publikasi jurnal sudah digaungkan sejak tahun 2016 lalu. Ia t8dak akan memberikan dana untuk d9sen yang akan conference karena tidak memiliki poin kredit, namun kalau publikasi ke jurnal maka akan mendapat poin kredit.

“Dengan program dan konsep seperti ini maka kita menjadi kontribusi nomor 2 untuk publikasi di Dikti, untuk level Asean, Indonesia sudah nomor 2 di bawah Malaysia. Seluruh prodi, seluruh lab kita sedang melakukan riset, tetapi memang ada beberapa yang mempunyai unggulan,” jelasnya usai Rapat Senat Terbuka Universitas Sriwijaya, Dalam Rangka Dies Natalis ke-52 Unsri, di Graha Unsri Bukit Besar Palembang, Jumat (02/11).

Lanjutnya, saat ini riset unggulan di Unsri diantaranya riset fuell cell bekerjasama dengan pemprov Sumsel. Kalau nanti berhasil ia mengatakan Handphone nantinya t8dak perlu sebesar saat ini.

“Fuel cell kecil saja chargernya bisa berbahan gas, elektrik berbentuk fuel isian yang dapat dicabut-cabut seperti transistor. Saat ini sedang proses harapan saya tidak terlalu lama,” harapnya.

Ia juga menyampaikan Fakultas Kedokteran ada 6 riset unggulan, salah satunya adalah produk yang terbuat dari ekstrak ikan seluang untuk pengobatan osteoporosis dengan nilai kalsiumnya  450 dibanding dengan obat impor yang hanya nilai kalsiumnya 300.

“Selanjutnya ada riset ekstrak ikan betok ternyata ikan betok lebih tinggi kalsiumnya dibandingkan dengan ikan seluang besar kalsiumnya 550..Nenek moyang kita ternyata orang penemuan yang hebat. Dari hasil penelitian Pindang termasuk makanan yang non kolesterol, bahan bahannya memiliki bahan untuk pengobatan dalam tubuh,” tutupnya.