Detak-Palembang.com PALEMBANG – Tidak dapat dipungkiri, tingginya angka tindak kejahatan 3 C terutama begal sepeda motor terjadi di wilayah hukum Polsek Seberang Ulu (SU) I. Hal inilah yang menyebabkan Polsek SU I kembali menerima bendera hitam berlambang tengkorak.

Dengan kata lain, wilayah hukum Polsek dibawah pimpinan Kompol M Khalid Zulkarnaen tersebut merupakan wilayah yang paling rawan se Kota Palembang selama dua bulan berturut-turut.

Kapolresta Palembang KBP Wahyu Bintono Hari Bawono mengatakan, upacara yang dilaksanakan ini merupakan upacara rutin setiap bulannya sebagai ajang evaluasi kinerja masing-masing Polsek.

“Kita berharap dengan adanya evaluasi ini kinerja polsek-polsek kedepannya dapat ditinggalkan dan lebih baik lagi,” tegasnya usai upacara kesadaran, di halaman Mapolresta Palembang, Jum’at (17/3) pagi.

Orang nomor satu di Polresta Palembang ini juga mengatakan, Polsek yang mendapat bendera hitam berlambang tengkorak dan bendera kuning sebagai lambang Polsek terjorok merupakan Polsek yang mendapat nilai paling rendah.

“Ada tim kita yang khusus melakukan penilaian terhadap kinerja polsek-polsek,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek SU I Palembang Kompol M Khalid Zulkarnaen menyatakan dengan dua kali meraih bendera tengkorak dijadikan pelajaran bagi jajarannya dan berupaya supaya kedepan tak lagi mendapatkan bendera tersebut.

“Kita akan upayakan untuk peningkatan patroli serta harus meminimalisir angka kejahatan, agar bendera tengkorak tak lagi didapatkan,” kata Khalid.

Untuk diketahui, daerah paling rawan disabet Polsek SU I, Polsek paling bersih di raih Polsek Ilir Timur (IT) II Palembang dan paling kotor didapatkan oleh Polsek Gandus.