Detak-Palembang.com MUARADUA – Berkaitan dengan kasus dugaan terorisme yang sempat menghebohkan dan nyaris melibatkan Asep dan Ramandani warga OKU Selatan pada tahun 2016 silam, jajaran  Polres OKU Selata pada harin Rabu, (15/03) malam berhasil menangkap dua orang tersangka yang terlibat jual beli senjata api kepada terduga teroris.

Untuk mengetahui kejadian awalnya dapat dibaca disini 

Penangkapan itu sendiri dilakukan setelah melalui pengembangan yang sudah cukup lama.

Demikian dikatakan Kapolres OKU Selatan AKBP Ni Ketut Widayana Sulandari yang didampingi Wakpolres Kompol Hadi Saepudin melalui Kasat Reskrim AKP Ujang Abdul Aziz dalam rilisnya kepada awak media, Rabu malam.

“Pada Rabu malam sekira pukul 19.30 WIB, dipimpin langsung oleh Wakapolres Kompol Hadi Sepudin, anggota reskrim berhasil menangkap tersangka ED (39) alias TL di rumahnya yang beralamat di Desa Rantau Panjang Kecamatan Buay Rawan” tutur Ujang mengawali kronologis penangkapan.

Selanjutnya ungkap Ujang, sekira pukul 20.00 WIB ditangkap juga tersangka RH (41) alias CD dirumahnya di Pasar Ilir Kecamatan Muaradua.

“Kemudian kedua tersangka dibawa ke Polres OKU Selatan guna penyidikan lebih lanjut” jelas dia.

Ternyata ada perintah Kapolda Sumsel untuk membawa dua tersangka tersebut ke Palembang.

“Apa pertimbangan kapolda, kami belum tahu” ujar Ujang singkat.

Penangkapan ini bukan tanpa bukti kuat, pertama dalah berdasar keterangan Asep dan Ramandani yang saat ini sudah mendapatkan vonis 2 tahun 3 bulan, kedua tersangka tersebut turut dalam tindak pidana penjualan senjata api kepada terduga teroris.

“Tentunya selain keterangan dari dua terpidana yang sempat diperiksa oleh Densus 88 AT tersebut, kami juga telah mengumpulkan bukti-bukti yang menguatkan” terang kasat.

Untuk selanjutnya kedua tersangka tersebut akan diperiksa apakah ada kemungkinan tersangka lain yang terlibat.

Untuk kedua tersangka sebagaimana AS dn BM akan dijerat dengan UU Darurat no 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api tanpa hak.

“Dan atau dengan pasal 55 ayat 1 ke- 1e dan atau psl 56 ayat 1 ke- 1e KUHPidana” pungkas mantan Kapolsek Banding Agung itu.